Diresmikan Gubernur di Kundur
KUNDUR (HK)- Gubernur Kepri Nurdin Basirun meresmikan Program Listerik Desa (Polides Tahun 2016) di Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur, Kamis (30/12).
Peresmian ditandai penekanan tombol sirene oleh gubernur didampingi Ketua Komisi II DPRD Kepri Ing Iskandarsyah, Sekda Pemkab Karimun Muhd Firmansyah, General Manejer wilayah PLN Riau dan Kepri Feby Joko Prianto, berserta rombongan.
Di penghujung tahun 2016 PLN menambah 15 desa berlistrik dengan rincian, dua (2) Desa di Kabupaten Anambas, nama (6) Desa di Natuna , lima (5) Desa di Lingga dan dua Desa di kabupaten Karimun. Total desa berlistrik di Kepri menjadi 322 desa. Sementara desa yang belum berlistrik sebanyak 95 desa.
Gubernur Kepri memberikan apresiasi kepada PT PLN Persero wilayah Riau dan Kepri atas kerjasamanya dalam mewujudkan pelayanan terhadap masyarakat akan kebutuhan listrik terhadap warga. Menurutnya, pemenuhan pelayanan kelistrikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Bahkan dari hari ke hari permintaan itu kian meningkat, sehingga pemerintah perlu memikirkan akan kelistrikan tersebut.
“Sebagaimana kita ketahui upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah harus di dukung oleh sarana prasarana kelistrikan. Tanpa itu pergerakan ekonomi di berbagai lini akan terhambat bila tidak adanya jaringan listrik di berbagai wilayah," ungkap Nurdin.
Kata Nurdin, hingga saat ini pemerintah daerah akan terus mengupayakan ketersediaan pusat pembangkit listrik, agar seluruh kebutuhan listrik bisa tersebar ke berbagai desa maupun Kecamatan.
"Diharapkan keberadaan listrik desa akan memberikan prekonomian warga terutama bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan, sehingga mereka akan dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui berbagai peralatan yang memerlukan tenaga listrik dari PLN,” tutupnya.
Di tempat yang sama GM PLN Wilayah Riau dan Kepri, Feby Joko Prianto mengatakan rencananya tahun 2019 mendatang, seluruh desa yang belum dialiri listrik di Kepri segera menikmati fasilitas listrik desa untuk memenuhi kebutuhan penduduk dalam rangka meningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. "Dengan demikian, nantinya di Provinsi Kepri akan segera menyala 24 jam di setiap wilayahnya," ungkap Joko.
Pembangunan listrik ini desa ini bukan tanpa kendala, medan terjal yang sulit dijangkau menjadikannya kendala tersendiri dalam penyambungan jaringan. Namun dengan bantuan pemerintah daerah setempat dan warga yang rela membantu menjadikan penyambungan ini bisa terwujud.
"Kami senang akhirnya warga kami di pelosok bisa merasakan manfaat listrik. Untuk itu kami berterimakasih kepada PLN dan senantiasa akan membantu untuk mengatasi kendala yang ada," ujar Joko.
Joko mengatakan dalam mewujudkan impian seluruh masyarakat desa untuk bisa menikmati listrik PLN diperlukan kerjasama yang solid antara PLN dengan pemerintah daerah, Forkominda, termasuk tokoh masyarakat dan warga yang lahannya di lewati atau ditempati jaringan listrik PLN. Kerjasama yang solid tentunya akan mempercepat infrastruktur kelistrikan sampai ke desa.
Kata Joko sudah menjadi komitmen pemerintah melalui PT PLN (Persero) terus menggesa pembangunan infrastruktur listrik hingga menjangkau ke desa-desa. Bahkan ke pulau pulau terdepan dengan menambahkan kapasitas mesin pembangkit , penambahan jaringan tegangan menengah dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) seperti yang dilakukan di Kepri pada 2016 lalu. Di mana PLN telah menginvestasikan Rp187 miliar untuk membangun JTM 108,87 kms, JTR 95,146 kms dan menambah kapasitas gardu distribusi sebesar 3.450 kVA.
Berdasarkan data PLN di tahun 2015 Rasio Desa berlistrik 75,05 persen di Kepulauan Riau dengan rincian total desa 417 dari jumlah desa tersebut yang berlistrik 313 desa belum berlistrik tinggal 104 desa lagi . Namum di penghujung tahun 2016 PLN berhasil menambahkan 15 desa berlistrik sehingga untuk desa yang belum dialiri ada 95 Desa. Hal ini menambah rasio desa berlistrik menjadi 77,22 persen.
Selain peningkatan Rasio Desa Berlistrik, PLN telah melakukan peningkatan jam nyala di beberapa desa di Kepulauan Riau, yaitu Desa Marok Tua, Marok Kecil, Resang, Bakong, Pancur dan Pauh. Desa tersebut semula memiliki jam nyala selama 14 jam setelah adanya peningkatan yang dilakukan oleh PLN jam nyala tersebut berubah menjadi 24 jam.
Pada acara peresmian ini melalui PLN Peduli juga menyalurkan dana CSR sebanyak Rp80 juta dengan rincian bantuan anak yatim sebesar Rp30 juta dan bantuan penyediaan air bersih sebesar Rp50 juta untuk di Pulau Parit . (hhp/r)
Share
0 komentar:
Posting Komentar