Kementerian LHK Luncurkan Portal Geospasial Untuk Perlindungan Hutan. (ISTIMEWA) LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah meluncurkan portal geospasial terbarunya sebagai basis data mengenai perlindungan hutan dan sumber daya alam (lingkungan).
Dengan menggunakan platform analisis berbasis lokasi (ArccGIS), Portal Geospasial digunakan untuk mengintegrasikan data kehutanan dan lingkungan hidup lembaga-lembaga pemerintahan. Tak hanya itu, data yang ada juga bisa divisualisasikan dalam peta yang dinamis (dynamic map).
Pengguna dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan data mengenai wilayah pemanfaatan hutan, batas-batas daerah aliran sungai (DAS), wilayah dan luas hutan serta lahan untuk keperluan rehabilitasi, lokasi unit pengelolaan hutan, dan data-data lainnya.
Platform canggih ini diharapkan bisa membantu para pembuat kebijakan di lembaga-lembaga pemerintahan maupun masyarakat dengan baik karena informasi mengenai hutan-hutan di Indonesia ditampilkan dengan jelas melalui penyajian data secara dinamis.
Dengan demikian, para pemangku kebijakan dan pihak terkait dapat lebih memahami kondisi aktual dari sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini.
Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Kementerian LHK, Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, platform kolaborasi dan pengambilan keputusan ini memungkinkan Kementerian LHK untuk memodernisasi cara pengelolahan data.
Hal itu dinilai dapat menghemat banyak waktu lantaran tak perlu lagi melakukan proses pengolahan data berbasis lokasi dan mendiseminasikannya secara manual.
“Sebelum menggunakan portal geospasial ini, proses berbagi data (data sharing) dilakukan dengan menyimpan data di USB Flash Disk dan memberikannya kepada pengguna yang membutuhkannya. Walaupun dalam beberapa kesempatan cara ini cukup efektif, namun kurang menjaga keamanan dan integritas data,” papar Ruandha dalam keeranganya, Jakarta, Selasa (13/12/2012).
Ia menambahkan, “Setelah mengimplementasikan portal geospasial ini, kita merasakan akses data ke seluruh organisasi menjadi mudah. Sekarang kita dapat membuat peta dinamis yang sangat dibutuhkan informasinya untuk proses pengambilan keputusan secara cepat,” sambungnya.
Dengan portal geospasial, dapat digunakan kolaborasi lintas departemen karena semua pihak memiliki informasi lengkap dan memahami kondisi terkini secara simultan. Mereka dapat lebih efektif untuk merumuskan solusi akan tantangan yang dihadapi lingkungan dan membuat kebijakan publik.
Sementara, CEO Esri Indonesia, A. Istamar mengatakan, karena portal geospasial ini dapat diakses oleh masyarakat umum maka komunitas, sekolah dan organisasi kemasyarakatan bisa mengakses sebagai pengetahuan dan pemahaman tentang kondisi hutan di Indonesia.
“Konsep open data sangat erat hubungannya dengan wacana pemberdayaan masyarakat selain memfasilitasi tumbuhnya semangat berinovasi,” terang Istamar.
Selain itu, lanjut Istamar menambahkan, “Dengan tersedianya data daring mengenai hutan-hutan kita, masyarakat memiliki gambaran luas mengenai kondisi hutan kita. Dengan begitu, mereka dapat bekerjasama dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi hutan-hutan Indonesia bagi kelangsungan hidup kita dan generasi mendatang,” imbuhnya.
Pemangku kepentingan Masyarakat, dapat mengakses dan memanfaatkan data kehutanan di portal geospasial interaktif Kementerian LHK via tautan berikut: http://geoportal.menlhk.go.id/arcgis/home/
0 komentar:
Posting Komentar