Senin, 19 Desember 2016

Hercules TNI AU Jatuh

13 Prajurit Meninggal

JAKARTA (HK)- Kabar duka kembali datang. Pesawat Hercules C-130 milik TNI-AU jatuh di kawasan Wamena, Papua, Minggu (18/12) pagi sekitar pukul 07.30 WIT. Pesawat   dipiloti Mayor Marlon itu dilaporkan menabrak Gunung Tugima. Seluruh awak kapal sebanyak 13 orang merupakan anggota TNI AU itu meninggal dunia. Tim SAR telah mengevakuasi seluruh korban dan telah diterbangkan ke Jawa Timur, Malang.
Informasi di lapangan, pesawat dengan nomor penerbangan A 1334 berangkat dari Bandara Timika pukul 05.35 WIT. Pesawat dengan misi kaderisasi selama lima hari dan mengangkut logistik 12 ton semen itu rencananya tiba di Wamena sekitar pukul 06.13 WIT.

Sebelum mendarat, pesawat melakukan kontak terakhir dengan Tower di Wamena pada pukul 06.02 WIT. Kemudian, pesawat terlihat secara manual akan melakukan landing. Namun beberapa menit kemudian hilang kontak. Diduga pesawat tersebut menabrak pegunungan di Wamena Papua, tidak jauh dari bandara.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Agus Supriatna mengatakan berdasarkan laporan sementara, kejadian itu akibat cuaca kurang mendukung yang berakibat pesawat menabrak lereng gunung. Namun demikian kata Agus, pihak Mabes TNI dan Mabesau akan menurunkan tim untuk menyelidiki faktor penyebab sesunggguhnya yang menyebabkan pesawat tersebut jatuh.

"Kita masih mengumpulkan data-data di lapangan, termasuk kotak hitam yang merekam data penerbangan. Lokasi jatuhnya pesawat ada di lembah di lereng Pegunungan Tengah," katanya.

Layak Terbang

Pesawat yang jatuh tersebut dipastikan masih layak terbang. Pesawat itu masih memiliki 69 jam terbang lagi dan untuk perawatan 1.000 jam. Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja mengatakan hal itu kepada wartawan dalam keterangan persnya di Halim Perdanakusumah, Minggu (18/12).

"Pesawat layak terbang, masih memiliki jam terbang, 69 jam terbang lagi. Kondisi pesawat, kru layak terbang. Jadi 69 jam terbang untuk perawatan 1.000 jam," bebernya. Ia mengatakan, pesawat Hercules terbang dari Timika ke Wamena, dalam misi peningkatan kemampuan penerbangan. "Dari co-pilot ke pilot. Ini salah satu tes uji coba," kata Hadiyan.

Senada dengan itu Danlanud Abdulrachman Saleh, Malang, Marsekal Pertama Djoko Senoputro mengatakan pesawat yang jatuh itu masih memiliki sisa waktu penerbangan selama 69 jam, sejak didatangkan dari Australia pertengahan Febuari 2016 lalu.

"Sisa penerbangan masih 69 jam, untuk pesawat yang mengalami kecelakaan di Wamena, tadi pagi (kemarin) itu," ujar Danlanud usai mengunjungi kediaman korban Peltu Suyata, juru mesin II di Perum Asrikaton Indah, Kabupaten Malang, Minggu (18/13).

Dia menyebut, ada lima unit pesawat yang sama dimiliki Skadron 32 Pangkalan TNI AU Abdulachman Saleh. "Sesuai instruksi pimpinan, semua distop dulu untuk tidak beroperasi," sebut Djoko. Dia mengaku, sudah menjalankan prosedur perawatan pesawat sebelum berangkat menjalankan misi penerbangan. Kecelakaan yang terjadi, kata dia, diduga disebabkan karena faktor cuaca.

"Tetapi kondisi runway sangat tidak baik. Itu informasi yang kami terima. Tetapi lebih jelasnya menunggu hasil penyelidikan," tegas Djoko. Dikatakannya, kedepan tidak terjadi lagi, kecelakaan serupa. Dengan berupaya menghindari adanya permasalahan ataupun kesalahan. "Kedepan kami ingin lebih baik, dan baik lagi," harap dia.

Ditambahkan, jika semua jenazah awak dan kru pesawat sudah dievakuasi dan nantinya akan dibawa ke Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh. "Diperkirakan malam tiba (kemarin) di sini (Malang), menggunakan Being. Untuk tempat pemakaman kami siapkan di TMP, tetapi nanti kembali dipasrahkan kepada keluarga," katanya.

Djoko mengatakan pesawat tersebut tengah menjalankan misi kaderisasi selama lima hari. Pesawat berangkat dari Malang tanggal 17 hingga 21 Desember 2016 dengan rute Malang-Timika. "Pesawat jalankan misi pemantapan kaderisasi kaptensi. Selama 5 hari, pulang kembali tanggal 21 Desember nanti," katanya.

Beri Hormat

Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo malam kemarin berangkat ke Malang, Jawa Timur. Keberangkatannya tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir bagi para korban Pesawat Hercules yang jatuh di Wamena, Papua.

"Iya benar malam ini (kemarin) ke Malang bersama dengan beberapa asisten lainnya," ujar Kapuspen Mabes TNI, Mayor Jendral Wuryanto, kemarin.

Wuryanto menjelaskan, Panglima TNI bersama sejumlah staf dari Mabes TNI dijadwalkan berangkat sekitar pukul 19.00 WIB melalui Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta dan tiba di Lanud Abudrahman Saleh, Malang sekitar pukul 19.45 WIB. Rombongan bergegas menuju Malang dengan menggunakan pesawat Boing 737 milik TNI AU.

"Berangkat sekitar pukul 19.00 WIB menggunakan pesawat boing 737 milik TNI AU. Rencananya hanya malam ini saja besok sudah ada kegiatan lain ke Surabaya," imbuhnya. Kecelakaan pesawat Hercules A1334 milik Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh di Gunung Tugima, Wamena, Papua, kemarin menambah daftar kecelakaan pesawat tipe A130 itu.

Sebelumnya, pada Selasa 30 Juni 2015 lalu, pesawat Hercules juga milik Skadron 32 jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan. Pesawat mengalami kecelakaan tak lama setelah lepas landas dari Lanud Soewondo Polonia, Medan, untuk terbang menuju Pulau Natuna dan Tanjung Pinang. Pesawat dipiloti Kapten Sandy sudah menyadari adanya trouble selepas take off dan memutuskan untuk kembali ke landasan. Tetapi naas, belum sampai ujung landasan, pesawat jatuh dan menabrak rumah toko yang berdiri tidak jauh dari landasan.

Kecelakaan ini memakan korban jiwa hingga ratusan yang terdiri dari kru, penumpang dan penduduk yang tertimpa badan pesawat. Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik menerima sebanyak 141 kantung jenazah korban kecelakaan pesawat Hercules dan 139 jenazah di antaranya masih utuh.

Untuk pesawat Hercules A1334, jatuh, kemarin Danlanud Abdulrachman Saleh Marsekal pertama Djoko Senoputro menyebut pesawat dalam kondisi baik.

Hibah dari Ausralia

Pesawat Hercules A-1334 jatuh di Gunung Tugima, Wamena, Papua, itu merupakah hibah dari Australia. Pesawat bergabung dengan Skadron 32 Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh pada Febuari 2016 lalu.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan Lanud Abdulrachman Saleh Mayor (khusus) Hamdi Londong Allo mengatakan, pesawat Hercules A1334 merupakan hibah dari Royal Australian Air Force (RAAF) untuk memperkuat Skadron 32 Wing II Lanud Abdulrachman Saleh.

Penyambutan kedatangan pesawat saat itu dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsekal Pertama Djoko Senoputro, awal Maret 2016 lalu. Setelah A-1334, datang kembali pesawat A-1335 yang sama pada Nopember 2016 hingga menambah jumlah kekuatan pesawat di Skadron 32 sebanyak 16 pesawat.

"Sekarang tinggal 14, dua ada di Jakarta, di sini (Skadron 32) ada tiga pesawat, yang lain masih beroperasi dan kini dihentikan operasinya pasca kecelakaan A-1334," ungkap Londong. Pesawat Hercules menjadi pendukung operasi dalam hal angkut personel dan logistik dan banyak menjalani misi non militer atau kemanusiaan. (dtc/tmp/mrk/net)

Data Korban Pesawat Hercules A-1334:
1. Instruktur penerbang: Mayor Pnb Marlon A Kawer
2. Penerbang BR: Kapten Pnb J Hotlan F Saragih
3. Penerbang II: Lettu Pnb Hanggo Fitradhi
4. Navigator I: Lettu Nav Arif Fajar Prayogi
5. Juru radio udara: Peltu Lukman Hakim
6. Juru mesin udara I: Peltu Suyata
7. Juru mesin udara II: Peltu Khusen
8. Juru mesin udara II: Serma Khudori
9. Load master I: Peltu Agung Tri W
10. Load master II: Pelda Agung S
11. Load master II: Serma Fatoni
12. Extra crew: Serda Suyanto
13. Kapten Rino (penumpang dinas)

Share

0 komentar:

Posting Komentar