Kamis, 08 Desember 2016

DBD, Pelajar SMP Ujian Susulan

Wabah DBD Masih Menjadi Ancaman

SAGULUNG (HK) -- Bagas Setiawan (14), bocah yang tinggal di Kavling Baru Blok A6, Sagulung, Batam hanya bisa pasrah saat menjalani perawatan selama enam hari di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatima (RSUD EF), setelah terserang Demam Berdarah Danque (DBD) dikompleknya.
"Sudah bosan saya di rumah sakit ini, soalnya saya mau sekolah lagi, apalagi ini masih ujian di sekolah," kata pelajar SMPN 21 Batam ini dijumpai terbaring di RSUD EF, Rabu (7/12) siang.

Akibat terkena DBD, Bagas pun harus mengikuti ujian susulan nantinya, setelah sembuh dari sakit yang dideritanya. "Teman-teman saya sedang ujian, saya tidak bisa ikut karena sakit," katanya luruh.

Di rumah sakit, Siti, ibunda Bagas menuturkan, awalnya hanya panas demam saja. Dan baru pertama ini anaknya terserang penyakit deman berdarah setelah sebelumnya di komplek mereka ada beberapa orang yang terserang DBD. "Sebelumnya di tempat kami ada 10 orang yang terkena DBD. Setelah ketahuan pihak kelurahan langsung dilakukan fogging," terangnya.

Dia juga menjelaskan, setelah dilakukan fogging beberapa hari kemudian anaknya terserang DBD. "Komplek kami memang termasuk padat penduduk, kalau kebersihan memang bersih, namun kondisi komplek yang padat mungkin membuat saluran air terus tergenang," ujarnya sambil menemani putranya.

Dilanjutkan Siti, selain anaknya terserang DBD, tetanggaya juga masih ada yang terserang DBD. "Kemarin informasi dari teman-teman di komplek ada juga yang sudah terserang DBD, tetapi dibawa ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan RS Elisabet," kata Siti.

Wabah DBD masih menjadi ancaan bagi warga Sagulung, sebelumnya 24 orang terserang DBD yang tersebar di komplek RW 2 dan RW3, Kelurahan Sungai Langkai, Sagulung.

Atas kondisi ini, warga meminta pemerintah kota turun tangan dan menjadikan kondisi tersebut sebagai atensi. Terlebih musim pancaroba atau musim yang kerap berubah-ubah sewaktu-waktu, membuat Kelurahan Sei Langkai, Sagulung menjadi zona merah terhadap Deman berdarah Denque (DBB).

Ketua RW 2 Kavling Nato, Sagulung, Parlaugan Siregar mengatakan, dalam sebulan terakhir ini hujan sering turun, yang membuat penderita DBD semakin meningkat di Sei langkai. Bahkan, kasus dalam DBD ini telah merenggut satu korban meninggal dunia karena terlambat penanganan.

"Memang didaerah ini sangat rawan dan darurat penderita DBD ini. Apalagi saat ini hujan, panas terus membuat nyamuk jentik leluasa. Jadi, saya harapkan pemerintah harus sigap dan tanggap untuk menangani hal ini," imbaunya kepada pemerintah terkait.(ded)

Share

0 komentar:

Posting Komentar