Gara-gara Minimnya Informasi dari ATB
SAGULUNG (HK) -- Masyarakat Kavling Sagulung Baru (Saguba), Kecamatan Sagulung, terpaksa memanfaatkan air kubangan (bekas galian proyek) untuk kebutuhan air bersih sehari-hari, lantaran air ATB tidak mengalir selama tiga hari.
Pantauan koran ini di lapangan, terlihat ibu-ibu rumah tangga berbondong-bondong mengangkat air kubangan menggunakan ember seadanya, dengan jaraknya sekitar 1 kilo meter dari pemukiman warga.
Lamaria Marbun, warga Kavling Saguba mengatakan, sudah dua hari berlangsung jika air ATB ini mati. Akibatnya, mereka terpaksa menggunakan air kubungan untuk kebutuhan mandi, cuci piring, cuci pakaian dan juga untuk MCK.
"Sudah sejak Minggu sore sampai saat ini belum juga ngalir. Gara-gara ini, aktivitas tersendat, bahkan cucian yang didalam ember pun sudah 3 hari tak dicuci dan sudah bau, gara-gara tak ada air," ujarnya ke awak media, Rabu (30/11).
Menurutnya, bukan semata-mata karena matinya air yang membuat mereka kesel, namun minimnya pemberitahuaan ke masyarakat menyebabkan mereka tidak melakukan persiapan yang cukup.
"Kami tidak tau kalau air ATB akan mati selama beberapa hari, kalau tau tentulah kami siap-siap," ungkapnya.
Tak hanya di Kavling Saguba mengalami mati air, namun hal itu juga terlihat di Mapolsek Batuaji dan Sagulung. Petugas di dua Polsek tersebut terlihat mengangkat air hujan dari sebuah penampungan khusus ketika hendak ke kamar mandi.
Penuturan yang sama juga disampaikan oleh Naek Sitohang, warga lainnya. Ia mengatakan seharusnya diberitahu dengan selembaran kertas melalui perangkat RT/RW untuk pengumuman jika air ATB mati atau juga melalui media. "Seharusnya pemberitahuannya disampaikan secara luas," terangnya.
Menanggapi hal ini, Iksa selaku humas ATB melalui Adi, staf humas menjelaskan bahwa tak mengalirnya air itu disebabkan adanya perbaikan pipa induk di Dam Duriangkang, Sei Beduk.
"Sudah sesuai dengan rilis yang kita muat di media massa, bahwa adanya perbaikan pipa induk di empat titik penyaluran air," terangnya.
Dia juga menjelaskan, perbaikan pipa induk tersebut dimulai sejak Senin (28/11) sampai dengan Rabu pagi.
"Hari ini sudah dalam tahap pemulihan, kita harapkan nanti sore hari paling lambat air sudah mulai normal, karena perbaikan sudah selesai dilaksanakan," kata Adi.
Untuk pemulihan sendiri, bebernya Adi, diperlukan beberapa jam waktu agar air mengalir normal, jadi diharapkan masyarakat agar bersabar.
"Untuk normalisasinya harus butuh waktu, dimana air akan mengaliri tempat yang lebih rendah terlebih dahulu, setelah tempat yang lebih rendah terpenuhi maka akan mengalir ketempat yang lebih tinggi," tutupnya Adi menjelaskan. (Ded)
Share
0 komentar:
Posting Komentar