Selasa, 15 November 2016

Sebulan, 24 Warga Sei Langkai Terserang DBD

peduli dbdSAGULUNG (HK) -- Musim pancaroba atau musim yang kerap berubah-ubah sewaktu-waktu, membuat Kelurahan Sei Langkai, Sagulung menjadi zona merah terhadap Deman berdarah Denque (DBB).

Tak tanggung-tanggung, data yang dihimpun dalam sebulan terakhir ini, ada sebanyak 24 orang terserang DBD yang tersebar dikomplek RW 2 dan RW3, Kelurahan Sungai Langkai tersebut. Dan kini harus jadi atensi pemerintah setempat.

Ketua RW 2 Kavling Nato, Sagulung, Parlaugan Siregar mengatakan, dalam sebulan terakhir ini hujan sering turun, yang membuat penderita DBD semakin meningkat di Sei langkai. Bahkan, kasus dalam DBD ini telah merenggut satu korban meninggal dunia karena terlambat penanganan.

"Memang didaerah ini sangat rawan dan darurat penderita DBD ini. Apalagi saat ini hujan, panas terus membuat nyamuk jentik leluasa. Jadi, saya harapkan pemerintah harus sigap dan tanggap untuk menangani hal ini," imbaunya kepada pemerintah terkait.

Dari sekian banyak terjangkit, lanjutnya, sebanyak 15 orang dibawa ke RSUD EF Batuaji, dan 5 orang dibawa ke Rumah Sakit Graha Hermin, serta 4 orang dibawa ke rumah Sakit Elisabet Batam.

Menanggapi hal tersbut, Anggota Komisi III DPRD Batam, Amintas Tambunan yang juga kebetulan berdomisili Sagulung, mengatakan menyesalkan lambatnya penanganan pemerintah Kota Batam, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terhadap penderita DBD di Sei Langkai, Sagulung.

"Setelah saya dapatkan laporannya, saya langsung menghubungi Dinas kesehatan (Dinkes) Batam, agar melaksanakan tindakan di daerah yang rawan terserang DBD," kata Amintas Tambunan, kemarin.

Dia juga menegaskan, memang sebelumnya pihak Dinas kesehatan sudah melakukan fogging di daerah sei Langkai. Tetapi, fogging yang mereka dilaksanakan hanya di Rt2/Rw4. Kenapa tak semua dilakukan foggingnya.

"Jadi kita sangat menyesalkan apa yang dilakukan oleh Dinkes Batam, belum maksimal," terang Amintas.

Seharusnya, kata dia kembali, musim penghujan yang sudah mulai turun di Batam, Dinkes harusnya proaktif dalam memberikan pengawasan terhadap penyakit yang ditimbulkan oleh cuaca.

"Sekarang ini kita lihat dinas Kesehatan masih acuh tak acuh, bahkan tidak pernah turun ke lapangan, ini sebenarnya ada apa," ujarnya Amintas.

Oleh sebab itu, pihak Dinkes Batam tidak bisa tutup mata seperti saat ini. "Harus kejar bola, jangan tunggu banyak kejadian baru turun kelapangan," tegasnya.

Jika, dana yang dialokasikan untuk melaksanakan tindakan dilapangan, harusnya pihak Dinkes Batam bisa mengajukan kepada pemerintah Kota Batam yang nantinya diteruskan kepada DPRD Kota Batam.

"Jadi jangan pernah ada alasan untuk tidak melaksanakan tindakan," kata Amintas.

Sementara itu, Chandra Rizal, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, saat dikonfirmasi wartawan menuturkan, dirinya akan mengkroscek informasi tersebut. "Nanti akan saya kroscek," kata Chandra singkat.

Ditempat terpisah, Adrial, Kepala Puskesmas Sei Langkai, Sagulung mengatakan dalam sebulan ada 7 kasus DBD yang terdata positif ke Dinkes Batam.

"Dalam sebulan ini, sudah ada 7 kasus DBD yang terdata positif ke Dinkes Batam, dalam waktu dekat ini, akan kita lakukan fogging didaerah tersebut, untuk melakukan prefentif," ujarnya Adrial saat dihubungi via telepon oleh Haluankepri, Selasa (15/11) siang.

Adrial juga menghimbau kepada masyarakat Batam, pada khususnya didaerah Sagulung atau tempat rawat penderita DBD, agar tetap waspada dan selalu aktif untuk membersihkan lingkungan kompleknya.

Hal itu guna mengurangi untuk perkembang biakan nyamuk jentik tersebut, sebelum dilakukan fogging ditempat tersebut. (Ded)

Share

0 komentar:

Posting Komentar