Kepala kepolisian Filipina Jenderal Ronald Dela Rosa menangis
saat menyatakan sumpah setianya pada Presiden Duterte untuk memberantas
narkoba. Sumpah ini dilakukan Dela Rosa usai mendengar kesaksian seorang
gembong narkoba tentang keterlibatan polisi dalam peredaran barang haram
tersebut. Dilansir
Reuters, Rabu (23/11)
Jenderal Ronald dela Rosa terlihat emosional setelah
mendengarkan kesaksian Kerwin Espinosa, seorang pengedar narkoba dan anak dari
seorang wali kota yang ditembak mati bulan lalu di penjara untuk
keterlibatannya dalam peredaran narkoba.
Kerwin Espinosa mengaku membayar polisi untuk melindungi
aksinya menjual narkoba. Dia mengatakan ada dua orang berpangkat jenderal dan
sejumlah opsir yang menerima uang sogokan. Setelah mendengar kesaksian Espinosa
yang ditayangkan secara langsung di televisi nasional tersebut, Dela Rosa
langsung bereaksi.
"Saya tidak akan menyerah dan akan membersihkan
institusi kepolisian. Saya bukan Superman, hanya seorang polisi biasa. Namun
saya akan melakukan apa saja untuk membersihkan kepolisian walau taruhannya
nyawa," ujar Dela Rosa kepada senator.
Dia pun menyampaikan kesetiaannya kepada Duterte untuk
membasmi narkoba di Filipina.
"Saya akan bersama Anda dan tidak akan menghiraukan
perang ini meski nantinya kami tak lagi mendapatkan kepercayaan publik,"
sumpah Dela Rosa.
Pertemuan dengar pendapat di hadapan pemerintah dan pihak
legislatif ini memang terasa dramatis. Panel juga mendengar sejumlah laporan
dan kesaksian untuk semua hal, mulai dari regu penembak mati, kasus korupsi,
pembunuhan dan skandal seks. Partisipan dalam dengar pendapat ini terdiri dari
terpidana penculikan, terpidana gangster dan pembunuh, hingga atlet tinju Manny
Pacquiao.
Pada bulan September lalu seorang yang mengaku pembunuh
bayaran bersaksi Duterte yang saat itu menjadi wali kota pada tahun 1993,
memerintahkannya membunuh seorang pria dengan senjata api. Namun Duterte
membantah pernyataan tersebut.
Hingga saat ini hampir 2.500 orang terbunuh dalam 4 bulan
pertama kepemimpinan Duterte. Kebanyakan dari mereka terbunuh dalam operasi
polisi, sebagian lainnya karena kecurigaan masyarakat.

0 komentar:
Posting Komentar