Selasa, 15 November 2016

Pass Pelabuhan Naik Rp5 Ribu

Berlaku Mulai 1 Desember 2016

KARIMUN (HK)-Wacana PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun untuk menaikkan tarif masuk (pass) pelabuhan Karimun akhirnya kesampaian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun bersama Pelindo, KSOP, BUP dan stakeholder terkait membahas rapat kenaikan tarif masuk pelabuhan di Kantor Bupati Karimun, Senin (14/11). Hasilnya, tarif masuk pelabuhan naik dari Rp2.500 menjadi Rp5.000.

Rapat pembahasan kenaikan tarif masuk pelabuhan tersebut dipimpin Bupati Karimun Aunur Rafiq. Rapat tersebut berlangsung alot. Beberapa pihak sempat menolak rencana kenaikan tarif tersebut. Namun, setelah melakukan berbagai pertimbangan, akhirnya Bupati Rafiq memutuskan untuk menaikan tarif masuk pelabuhan.

"Dalam rapat disepakati kalau tarif masuk atau pass pelabuhan naik dari Rp2.500 menjadi Rp5.000. Kenaikan itu akan mulai berlaku terhitung sejak 1 Desember mendatang. Kenaikan tarif pass pelabuhan ini dibolehkan karena PT Pelindo sudah melakukan renovasi atau perbaikan sejumlah sarana di pelabuhan," ungkap Aunur Rafiq.
Kata Rafiq, kenaikan tarif masuk pelabuhan itu sudah sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan melalui rapat dengan PT Pelindo dan seluruh stakeholder terkait di rumah dinasnya beberapa waktu lalu. Saat itu, disepakati kalau PT Pelindo boleh menaikan tarif masuk pelabuhan 6 bulan setelah PT Pelindo melakukan renovasi pelabuhan.

Manejer Umum PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun Syahri Ramadhana meminta kepada semua pihak untuk menyepakati hasil rapat terkait pembahasan kenaikan tarif masuk pelabuhan dengan menghasilkan keputusan tarif masuk pelabuhan dari Rp2.500 menjadi Rp5.000 yang mulai berlaku sejak 1 Desember mendatang.

"Mau tidak mau kita semua harus menerima kenaikan tarif masuk pelabuhan ini. Kenaikan tarif masuk pelabuhan ini sudah sesuai dengan kesepakatan bersama saat rapat di rumah dinas Bupati Karimun. Kenaikan tarif boleh dilakukan setelah PT Pelindo melakukan perbaikan pelabuhan dan itu sudah kami lakukan," jelasnya.

PT Pelindo I cabang Tanjungbalai Karimun memang sudah memperbaiki fasilitas di dua pelabuhan Karimun, yakni Pelabuhan Domestik dan Pelabuhan Tanjung Gelam. Renovasi dua pelabuhan itu sudah mulai dilakukan sebelum masuknya puasa Ramadhan 2016 lalu. Setelah perbaikan pelabuhan selesai, maka PT Pelindo mengajukan kenaikan pass pelabuhan.

Untuk Pelabuhan Domestik, PT Pelindo melakukan renovasi di bagian ponton dan ruang tunggu. Untuk ruang tunggu, yang sebelumnya disatukan dengan kantin, ke depannya akan dipisahkan. Bahkan, jika sebelumnya ruang tunggu dibiarkan terbuka, maka ke depannya akan ditutup serta dilengkapi dengan pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC).

Sementara, untuk Pelabuhan Internasional PT Pelindo telah selesai melakukan renovasi ponton. Sementara, untuk Pelabuhan Tanjung Gelam, saat baru dalam masa pengerjaan. Proses pengerjaan ponton tersebut bahkan sempat ditinjau oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) satu hari menjelang puasa lalu.

Sebelumnya, Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama dengan DPRD dan PT Pelindo I Tanjungbalai Karimun, Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP) Karimun, Kepala Bappeda Djunaidy, KSOP Tanjungbalai Karimun, Polres Karimu serta kepala dinas di Pemkab Karimun membahas rencana kenaikan pass pelabuhan di rumah dinas Bupati Karimun, 5 Januari 2016 lalu.

Usai rapat, Aunur Rafiq menjelaskan, setelah dilakukan pembahasan panjang dengan seluruh pimpinan stakeholder terkait, mulai dari Pemkab Karimun, DPRD Karimun, PT Pelindo, Badan Usaha Kepelabuhanan (BUP), Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP), Polres dan Lanal Karimun, maka diputuskan kalau tarif masuk pelabuhan kembali menjadi Rp2.500.

"Pembahasan rapat tadi cukup panjang. Hasilnya, diputuskan kalau tarif masuk ke Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun tetap kembali menjadi Rp2.500. Tarif tersebut akan berlaku hingga enam bulan ke depan. Kenaikan tarif selanjutnya, akan ditinjau kembali," ungkap Aunur Rafiq usai rapat kepada sejumlah awak media saat itu. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar