Presiden Joko Widodo saat berada di Pulau Natuna, Oktober lalu. Dia menunda kunjungan ke Australia pasca kericuhan dalam demo 4 November. (ISTIMEWA/Reuters) LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda kunjungan kenegaraannya ke Australia menyusul kericuhan demo 4 November yang membawa satu korban meninggal dunia. Rencananya, Jokowi berangkat ke negeri Kangguru pada Sabtu malam dan berada di Australia hingga 8 November.
“Melihat situasi dan kondisi terkini di Tanah Air yang memerlukan keberadaan Presiden, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menunda agenda kunjungan kenegaraannya ke Australia. Semula Presiden diagendakan untuk bertolak menuju Australia Sabtu malam ini dan akan berada di Australia hingga 8 November mendatang,” kata siaran pers dari kantor Sekretariat Negara, Sabtu (5/11/2016).
Presiden Joko Widodo sendiri sekitar pukul 10.30 WIB tadi telah menghubungi Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull untuk menyampaikan kabar penundaan kunjungan tersebut. Presiden juga telah menugaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk membahas ulang penjadwalan kunjungan tersebut.
Pemerintah Indonesia sekaligus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Australia yang telah melakukan persiapan yang sangat baik guna menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo.
Demo yang diikuti puluhan ribu orang itu menuntut agar Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama diproses secara hukum atas dugaan penistaan agama. Dalam pidatonya di hadapan warga Kepulauan Seribu, Ahok – sapaan akrabnya – menyinggung surat Al Maidah ayat 51. @licom
0 komentar:
Posting Komentar