PANTER
– SUMUT, Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi mengatakan Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumut memiliki peran strategis dalam
mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif di Sumatera Utara. Dia
mengharapkan Kantor Wilayah DBJC Sumut dapat menyederhanakan prosedur
kepabeanan dan cukai demi memperlancar logistik impor dan ekspor.
Hal
itu disampaikan Gubsu saat menerima kunjungan Kepala Kantor DJBC Sumut Iyan
Rubianto beserta rombongan serta Wakapolda Sumut Brigjen Adhi Prawoto di ruang
kerja, Senin (31/10). Gubsu meminta DJBC sebisanya mendukung iklim usaha
dan investasi yang kondusif di Sumatera Utara melalui pelayanan kepabeanan yang
prima.
“Melalui
pelayanan kepabeanan dan cukai yang efektif dan sederhana, tentunya akan sangat
menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan industri di Sumatera Utara. Kita
berharap Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Sumut bisa mendukung kelancaran
logistik ekspor dan impor,” harap Gubsu.
Gubsu
juga menyebutkan agar proses penanganan logistik atau waktu bongkar-muat
(dwelling time) di Pelabuhan Belawan lebih baik melalui berbagai peningkatakan
efisiensi.
Kepala Kantor DJBC Sumut Iyan Rubianto menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung perekonomian daerah melalui pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran. Salah satu hal yang sedang dalam perbaikan, adalah dwelling time yang sebelumnya mencapai lima hari sudah semakin efisien menjadi 3,2 hari.
“Dweling
time berkaitan dalam rangka waktu bongkar container dari kapal sampai pelabuhan.
Pak Presiden sempat marah karena masih ada hingga lima hari lebih, sekarang
kita sudah semakin efisien yaitu 3,2 hari. Target Pak Jokowi adalah 3
hari, dan kita sejauh ini menuju kesana,” jelas Iyan .
Pihaknya
dengan dukungan Kepolisian Daerah Sumut, berkomitmen untuk meningkatkan
pelayanan kepabeanan dan cukai untuk mendukung perekonomian daerah.
Dalam
kesempatan itu Iyan menyampaikan perkembangan dan berbagai isu tentang kebaenan
dan cukai di Sumut. Diantaranya adalah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Sei Mangkei, Bandara Silangit menjadi bandara internasional dan pengembangan
kuala tanjung menjadi hub port international untuk wilayah barat Indonesia yang
membawa implikasi bagi pelayanan kepabeanan.
Dirinya
juga menyampaikan Bahwa Agustus 2016 pihaknya bersama tim gabungan melalakukan
penindakan terhadap 228 kasus.
tercatat
jumlah importir yang melakukan kegiatan impor di Sumut berjumlah 1.575 importir.
(Aasof)

0 komentar:
Posting Komentar