Selasa, 08 November 2016

Galau pasca demo 4 November, ARB: Jumlahnya lebih besar dari peristiwa 1998

JAKARTA, 5/6 - PIDATO POLITIK ABURIZAL. Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie memberikan pidato politik pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Legislator Se-Indonesia di Ballroom Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Sabtu (5/6). Ical menyampaikan, setgab koalisi memungkinkan Golkar andil dalam perancangan program pemerintahserta dapat memberi kritik dan saran jika ada program pemerintah yang tidak pro rakyat. FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/nz/10

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) menyatakan pada tanggal 4 November lalu terjadi sebuah demonstrasi sangat besar, yang dalam jumlah barang kali lebih besar daripada satu penyampaian pendapat yang dilakukan pada peristiwa tahun 1998.

“Karena itu, maka Dewan Pembina Golkar melakukan rapat dan untuk menanggapi perkembangan situasi Indonesia yang mutakhir, kami dewan pembina memberikan imbauan,” ujarnya dengan nada galau terkait dampak ke depan demo 4 November, di kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Menurut ARB sejak 4 November lalu, situasi politik di tanah air menyedot perhatian yang lebih serius dari semua pihak.

“Kita perlu memberi respon dengan arif dan bijaksana dan respon ini perlu diberikan oleh semua kalangan, khususnya oleh pimpinan partai politik, dan lebih khusus lagi pemerintah Republik Indonesia agar situasi ini tidak berkembang lebih buruk lagi, yang pada akhirnya bisa jadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa, kedaulatan rakyat dan proses pembangunan indonesia,” jelasnya.

Karena itu, lanjut ARB, walaupun biasanya Dewan Pembina Golkar hanya menyampaikan sikap dan pernyataan di dalam struktur internal partai, tapi kali ini situasi menghendaki lain. Dalam saat-saat seperti ini, kepada semua pihak.

“Kita mengimbau, khususnya DPP Golkar untuk memberikan imbauan agar menjunjung tinggi Pancasila sebagai falsafah negara, UUD RI 1945 dan negara kesatuan Republik Indonesia, serta prinsip mulia Bhineka Tungal Ika. Perbedaan dalam sikap beragama adalah rahmat bagi kita semua. Mari kita perkuat persamaan dan bukan mempertajam perbedaan yang dapat memecah bangsa bangsa ini, yang kita cintai,” jelasnya.

Demo akbar pada 4 November lalu, lanjut ARB, adalah ekspresi sah dari berbagai elemen umat islam, dalam menyampaikan sikap yang ada di hati mereka dan dilakukan, alhamdulillah, secara damai.

“Masalah penistaan agama adalah masalah yang peka bagi semua kalangan beragama bukan hanya Islam saja. Pelaku dugaan penistaan agama dari kalangan mana pun, dengan posisi serta jabatan apa pun harus dapat ditangani secara tegas, adil dan transparan serta tidak boleh diiintervensi oleh kekuasaan atau pun pihak manapun dengan tetap berprinsip pada azas praduga tidak bersalah,” ujarnya.

Sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, menurut ARB, mengingatkan aparat yang berwenang agar menuntaskan masalah ini secepat-cepatnya, setuntas-tuntasnya, dengan tetap berpegang pada hukum dan peraturan perundang-undangan.

Hal Ini juga sudah disampaikan Ketum Golkar beberapa hari lalu, pada hari Minggu lalu, di Surabaya. Penuntasan masalah ini juga harus terbuka dan dilakukan secar profesional. Jangan biarkan bahwa hal ini akan menimbulkan celah dan ketidakpastian yang dapat memperburuk kondisi politik nasional.

ARB minta kepada semua pihak agar menahan diri dan tidak melebarkan masalah dengn menyampaikan tuduhan atau kecurigaan kepada pihak lain. Diharapkan tidak menyampaikan sikap curiga kepada orang atau kelompok lainnya tanpa satu dasar yang memadai.

“Prinsip terpenting yang harus dipegang teguh dengan situasi seperti ini adalah prinsip persaudaraan dan persahabatan, kita semua bersaudara. Walaupun demokrasi menghendaki kompetisi yang seru dan terkadang tajam, semua itu tidak boleh mengurangi rasa hormat dan ikatan persaudaraan di antara kita semua,” jelasnya.

ARB juga mengimbau kepada segenap jajaran Partai Golkar di seluruh penjuru tanah air, khususnya kepada seluruh pengurus serta fraksi Partai Golkar di PR maupun di lembaga perwakilan di semua tingkat daerah, dewan pembina juga minta agar segera memperkuat barisan dan secara aktif menjadi pengawal terdepan persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga perdamaian dan menjadi sumber penyejuk dari suasana politik.

“Kita Partai Golkar telah bertekad untuk mendukung pemerintah Presiden Jokowi, dan bakal mengusulkan Presiden Jokowi terpilih lagi pada tahun 2019 yang akan datang. Kita harus melakukannya dengan elegan, dengan loyal dan sungguh-sungguh serta tetap berpegang teguh pada kebenaran dan kepada marwah partai beringin yang kita cintai ini,”ungkapnya.

Sebagai penutup, lanjut ARB, sekali lagi Dewan pembina Partai Golkar mengingatkan kepada seluruh kalangan di tanah air, perjuangan bangsa Indonesia mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur masih cukup panjang. Masih harus mengarungi samudra yang luas dan lautan dalam.

“Mari kita pastikan dengan kontribusi masing-masing agar perjalanan kita berada di Jalan yang benar. Dengan persatuan yang erat dan persahabatan yang sejuk, Republik Indonesia Insya’ Allah akan mencapai tujuan yang kita cita-citakan bersama,” pungkasnya.
@dg

loading...

0 komentar:

Posting Komentar