Jumat, 28 Oktober 2016

Wakil Ketua DPR Fahri tawarkan diri jadi jaminan wartawan senior Dahlan Iskan tidak ditahan

dahlan-iskanWakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah minta Dahlan Iskan tidak ditahan, dan ia bersedia menjadi jaminan di Kejaksaan Tinggi Jatim.

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyayangkan keputusan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur yang langsung menahan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, yang juga Capres hasil konvensi Partai Demokrat 2014 dan eks tim sekses Jokowi, terkait dugaan kasus pelepasan aset milik BUMD PT Panca Wira Usaha tiga belas tahun silam.

Sebab, menurutnya, Dahlan Iskan asli orang Indonesia dan pernah membantu Presiden Joko Widodo sebagai tim sukses.

“Seperti Pak Dahlan, pertama-pertama saya terus terang tidak tahu dengan apa yang terjadi di Jawa Timur. Tapi paling tidak, ada beberapa hal yang harus dibikin lebih substantif melihatnya,” kata wakil rakyat yang dikenal cukup vokal ini, di Gedung DPR RI.

Apa yang dimaksud Fahri melihat lebih substantif itu? “Pertama, Pak Dahlan tidak perlu ditahan, dia ini kan orang Indonesia asli, mengakar, punya banyak teman, tokoh pers, mantan pejabat negara, pernah dari Dirut PLN, Menteri BUMN, konkrit kontribusinya. Bahkan, pernah membantu Pak Jokowi sebagai tim sukses (Bro!), setelah tidak meneruskan di pencalonan di Partai Demokrat,” tambah Fahri, geram.

Menurut Fahri, dalam penegak hukum ini tidak menangkap roh dari arti penegakan hukum, penegakan hukum itu sebenarnya untuk menegakkan keadilan dan keadilan itu adalah keadilan dalam pengertian sebenarnya.

“Jadi, gak bisa penegakan hukum itu pilih orang, pilih lokasi, pilih waktu, pilih tempat dan itu nanti jadi kelihatan,” ujarnya.

“Kan orangnya bukan orang yang berbahaya, bukan orang yang bisa lari. Kasus ini kan kasus lama sampai Pak Dahlan itu sudah lupa dan tidak lahu lagi alat buktinya yang mana,” Fahri menambahkan.

Dengan demikian, lanjut Fahri, artinya Dahlan Iskan tidak perlu ditahan. ‎”Jadi, nggak perlu lah pakai nahan-nahan gitu. Kalau perlu jaminan, saya karena mengerti Pak Dahlan. Dari muda, saya idolakan beliau sebagai wartawan senior. Saya mau menjamin Pak Dahlan, karena dia nggak mungkin lari lah. Jadi, ini cara berfikir hukum modern,” tegas Fahri.

“Bahkan, dalam konsep hukum modern ngapain nahan-nahan orang. Dia punya hidupnya sendiri, kecuali kalau orang sudah dihukum,” imbuhnya.

Sekarang, lanjut Fahri, hukum tahan badan di negara maju sudah tidak ada itu. Nah, yang begini ini membuat hukum kelihatan tawar. “Pada saat bersamaan, kalau soal pelepasan aset, Sumber Waras itu juga soal pelepasan aset. Kenapa Sumber Waras yang sudah suda ada temuan BPK tidak diproses, sementara kasus Dahlan setahu saya tidak ada temuan BPK, diproses,” ungkapnya, serius.

“Maka cocok kata Pak Dahlan, dia diincar oleh penguasa karena penguasa sedang melindungi satu kelompok, lalu supaya nampak bekerja, dia menghajar kelompok lain. Inilah jahatnya hukum kalau sudah mulai pandang bulu, bencanalah bangsa ini ke depan,” tegas Fahri.

Ditanya apakah ini ada intervensi dari pihak tertentu, Fahri membenarkan kalau ada Intervensi.

“Ini sudah jelas ada intervensi, kok santai saja. Terbuka saja ada apa, sih? Kok, bisa kasus yang sudah belasan tahun umurnya baru dibuka. Sebagai teman, Pak Dahlan juga gak boleh diam, masa Mirna (Yesica) bisa berbulan-bulan sidangnya, (sekarang) Pak Dahlan, ada apa?,” tanya Fahri, serius.

“Nanti, kita komparasi sikapnya pada Sumber Waras, Kenapa SW dilindungi? Kenapa Jawa Timur nggak? Ini semua main kok, buka saja, bikin perbandingan‎,” pungkasnya.@dg

loading...

0 komentar:

Posting Komentar