![]() |
| Warga Desa Kampung Ambar Lakukan Penghormatan Kepada bendera Merah Putih Setelah lampu PLN Masuk didesa Mereka. |
PANTER – ASAHAN, Penantian
panjang warga Kampung Ambar, Dusun VIII, Desa Lestari, Kecamatan Buntu Pane,
Asahan, agar listrik PLN masuk ke desanya akhirnya terealisasi. Mereka lalu
mengekspresikan kegembiraan dengan menghormat bendera merah putih dan
menyanyikan lagu Indonesia Raya.
“Kali
ini, kami benar - benar merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya,”ujar Ilham
Sitorus, salah seorang tokoh pemuda desa setempat saat berbincang dengan METRO
ASAHAN, Rabu (12/10). Ia mengungkapkan, pengibaran bendera merah putih dan
menyanyikan lagu Indonesia Raya, pada Rabu (12/10). Itu
merupakan yang pertama kalinya terjadi di Kampung Ambar.
Ilham menuturkan, sejak tahun 1969 kampung Ambar berdiri, warga setempat tetap
menolak menaikkan bendera, termasuk setiap kali Hari Kemerdekaan Republik
Indonesia digelar setiap tanggal 17 Agustus. Mereka beralasan menolak
mengibarkan bendera karena Kampung Ambar belum merdeka, sebab belum dialiri
listrik PLN, namun setelah PLN masuk kedaerah Tersebut masyarakat beramai –
ramai menghormati bendera secara bersama – sama dan diikuti serentak oleh
seluruh masyaraka Kampung Ambar.
“Ini merupakan salah
satu ungkapan rasa bahagia kami setelah menunggu puluhan tahun akhirnya kampung
ini dialiri listrik,” ujarnya.
Dijelaskan, perjuangan
warga Kampung Ambar agar bisa menikmati haknya sebagai warga negara dengan
mendapatkan pelayanan arus listrik dilalui dengan tidak mudah.
Apalagi
dalam proses pengajuan pemasangan listrik, warga yang telah mengumpulkan dana
hingga puluhan juta rupiah sempat tertipu oleh CV ‘G’, pihak ketiga
mengatasnamakan PLN Ranting Kisaran. Ada sekitar Rp 47,9 juta uang masyarakat
yang terkumpul dan telah diserahkan ke CV ‘G’, tapi listrik PLN yang
diidam-idamkan warga tak kunjung terpasang. Sampai akhirnya, bersama pelaksana
harian (plh) Kepala Desa Lestari Kriswan SH dan Syarifuddin Ritonga, Kepala
Desa Lestari terpilih, harapan warga agar listrik PLN tersambung ke desanya
bisa terwujud.
Terpasangnya aliran
listrik ke Kampung Ambar dinilai tidak terkepas dari kerja keras plh Kades
Kriswan dan kades terpilih Syarifuddin Ritonga. Bahkan mereka telah berjuang
sebelum pilkades digelar kemarin. Saat itu, kades terpilih Syarifuddin Ritonga
telah berjanji kepada masyarakat akan mengusahakan masuk listrik, meski belum
dilantik.
“Ternyata janji beliau
langsung dibuktikannya kepada masyarakat kampung ini,” pungkas Ilham. Kepada
koran ini, Kepala Desa Syarifuddin Ritonga mengatakan, saat pertama kali
mengetahui informasi bahwa ada warga sangat mendambakan kehadiran listrik PLN,
dia langsung bergerak mengumpulkan warga dan mengumpulkan iuran kepada seluruh
kepala keluarga.
“Setelah terkumpul, baru kami serahkan kepada CV KET yang memasang instalasi,” ujarnya.
Saat ini, Ritonga
merasa sangat bersyukur. Sebab desa di pelosok Timur Kabupaten Asahan itu sudah
merasakan layanan listrik PLN. Namun terhadap CV ‘G’, Ritonga tetap mendampingi
warga untuk mendesak aparat penegak hukum menindak lanjuti kasus dugaan
penipuan yang dilakukan CV ‘G’, pihak ketiga yang sebelumnya menerima uang
sebesar Rp47 juta dari warga untuk pemasangan instalasi listrik.
Sebelumnya,
lanjut Ritonga dilaporkan pada 12 Januari 2016 lalu, karena pihak ketiga tidak
memenuhi janjinya kepada warga untuk melakukan pemasangan arus listrik dari PLN
terhadap 20 rumah, 2 rumah ibadah di kampung tersebut. Juga tidak melakukan
pelunasan pembayaran atas uang sebesar Rp47,9 juta yang telah diterima dari
warga setempat.
“Karena
sampai bulan Agustus kemarin, kesepakatan tersebut tidak ditunaikan dengan
memasang instalasi listik seperti yang dijanjikan, warga akhirnya membuat
laporan pengaduan dugaan penipuan ke Polsek Prapat Janji,” ujarnya.
Meski
pada tanggal 29 September, kata Ritonga, salah seorang pelaksana CV ‘G’ sudah
mendatangi warga dan membayar sebesar Rp10 juta ke masyarakat. Tapi warga tetap
tidak terima, apalagi listrik PLN sudah terpasang di Kampung Ambar. (Kareem)

0 komentar:
Posting Komentar