Mantan Presiden RI, Susilo Bambang YudhoyonoLENSAINDONESIA.COM: Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, mengkritisi langkah pengungkapan kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib. Menurutnya, pengungkapan ini sesuai jalur hukum pada awalnya, namun kini melenceng ke arah politik.
“Saya amati, terus terang ada yang bergeser. Tadinya legal, kemudian isu jadi bernuansa politik. Tapi saya bukan orang baru dalam politik. Itu adalah hal biasa,” terang Susilo bambang Yudhoyono, Selasa (25/10/2016).
Karena itu, mantan Presiden RI dua periode berturut-turut itu enggan reaktif menanggapi kasus ini dan menolak menyikapi kasus tewasnya Munir jika di luar konteks hukum. “Tapi kami menjelaskan sesuai konteksnya. Saya memilih tidak reaktif dan menjawab asal-asalan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Munir ditemukan tewas dalam pesawat Garuda Indonesia pada 7 September 2004 lalu. Dia tewas dengan cara minumannya dicampuri racun arsenikum ketika pesawat dalam perjananan menuju Belanda.
Dari kasus ini, Pollycarpus, seorang kru pilot pesawat Garuda sempat dipenjara dengan tuduhan pembunuhan terhadap Munir. Oleh pengadilan Pollycarpus dijatuhi hukuman 14 tahun penjara pada 12 Desember 2005.
Kasus pembunuhan MUnir kembali menyeruak sejak kisruh menghilangnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) kasus ini. @LI-15
0 komentar:
Posting Komentar