Jumat, 07 Oktober 2016

Imigran Dijadikan Sebagai Media Pembelajaran

BATAM (HK) - Kehadiran imigran gelap di Kota Batam, dijadikan sebuah peluang bagi SMK Teladan untuk pembelajaran bahasa Inggris, mereka dibentuk dalam sebuah kelompok untuk melakukan percakapan langsung.
Salah seorang murid dari kelompok Florianus Hartanto, mengatakan bahwa percakapan yang dilakukan atas perintah guru Bahasa Inggis, dalam rangka bagian praktek dari SMK Teladan. "Kita dalam suatu kelompok Bang, dimana terdapat lima orang, semuanya harus melakukan percakapan dengan bule itu," ujar dia ketika diwawancarai di parkiran gedung DPRD Kota Batam.

Dikatakannya, program ini merupakan program kelas 3 SMK Teladan Kota Batam, dengan tujuan menurut guru bahasa inggris akan dijadikan sebuah penilaian bagi setiap siswa. "Percakapan kita videokan semua, jadi setiap orang dalam kelompok wajib ngomong sama bule tersebut, terserah yang mau ditanyakan apa," tutur Hartanto.

Ditambahkan dia, waktu yang diberikan guru adalah setengah jam dalam satu kelompok, setelah itu video tersebut akan diserahkan kepada guru bahasa inggria untuk diberikan penilaian. "Nanti nilai prakteknya dari video itu," tutupnya.

Ditempat sama, Meri, murid lainnya juga mengungkapkan hal senada dengan Hartanto, namun dia sangat merasa senang bisa melakukan percakapan dengan imigran gelap tersebut. "Kita jadi tahu, mereka kesini tujuannya apa, serta kenapa bisa sampai disini dan juga banyak mengambil ilmu dari perjalanan hingga sampai kesini," kata dia.

Dipaparkannya, imigran tersebut berasal dari Bogor, mereka disana tidak diterima masyarakat sehingga sampai disini dan menginap di taman aspirasi. Tujuan utamanya ingin pergi ke Australia tetapi dalam perjalanan masih menunggu.

"Keadaan negaranya sedang konflik, jadi minta suaka ke Australia, karena masih menunggu arahan dulu jadi terpaksa tinggal di Batam. Karena cuma Batam yang bisa menerima mereka," jelasnya. (Cw 56)

Share

0 komentar:

Posting Komentar