Kamis, 06 Oktober 2016

Hasil Populi Center, Ahok-Djarot masih unggul dibandingkan Anies-Sandiaga dan Agus-Sylviana

Pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. (ISTIMEWA)

LENSAINDONESIA.COM: Populi Center mengeluarkan hasil surveinya hari ini, Kamis (6/10/2016), di kantornya Komplek Perumahan Bank Mandiri, Slipi, Jakarta Barat dengan mengambil tema Survei DKI Jakarta “Arah Suara Pemilih Pilgub DKI”.

Dari data survei Populi Center mengungkap, elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di atas 45,5% masih mengungguli dua pasangan calon lainya.

“Berdasarkan elektabilitas pasangan, jika Pilkada dilakukan hari ini dan pesertanya ada 3 pasangan calon, siapa yang Anda pilih ? Hasilnya adalah Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat 45,5 persen, Anies Baswedan – Sandiaga Uno 23,5 persen, Agus Yudhoyono – Sylviana Murni 15,8 persen, belum memutuskan 12,5 persen, dan tidak jawab 2,7 persen,” ujar Peneliti Populi Center Nona Evita dalam konferensi persnya.

Diketahui, dalam acara diskusi hasil rilis Populi Center ini juga dihadiri oleh timses ketiga cagub DKI yakni Ruhut Sitompul dari timses Ahok-Djarot, Arwani Thomafi dari timses Agus-Sylvi, dan Mardani Ali Sera dari timses Anies-Sandi. Mereka didapuk sebagai penanggap hasil survei tersebut.

Diketahui, survei dilakukan pada tanggal 25 September – 1 Oktober 2016 dengan sampel 600 responden menggunakan multistage random sampling. Margin of error +/- 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain itu, responden dipilih secara bertingkat dengan wawancara tatap muka di 120 RT di 60 kelurahan di 6 wilayah DKI Jakarta di Jakut, Jaksel, Jakpus, Jakbar, Jaktim, dan Kepulauan Seribu. Untuk menjamin distribusi sampel yang memadai, setiap kelurahan terpilih, dialokasikan 10 responden dari dua RT.

Dijelaskan Evita, bahwa warga Jakarta menginginkan pemimpin yang tegas dan bersih dari praktik korupsi. Selain itu, warga DKI juga merindukan calon pemimpin yang merakyat.

“Tiga kriteria utama dari masyarakat DKI Jakarta dalam memilih gubernur dan wakil gubernur di antaranya bersih dari korupsi (30,2 persen), tegas (30 persen), dan merakyat (21,8 persen). Pemilih DKI Jakarta tidak menghiraukan isu SARA. Hal ini terbukti dari data menunjukkan penganut agama Islam paling banyak memilih Ahok-Djarot yaitu 42,5 persen. Sementara itu untuk masyarakat dengan preferensi partai pengusung calon tertentu, cukup loyal dengan pilihan tokoh yang diusung partai pilihannya,” jelasnya.

Sementara, Direktur Riset Populi Center, Usep Achyar mengatakan arah dari survei yang dilakukanya. Ia pun memprediksi akan terjadi tsunami suara pemilih.

“Tujuan melakukan survei untuk mengetahui arah pemilih. Kemungkinan akan terjadi tsunami suara. Sebagaimana dipaparkan, saya akan menambah beberapa data. Kalau dilihat Ahok-Djarot masih unggul di 45,4 persen, Anies-Sandi 23,5 persen, dan Agus-Sylvi 15,8 persen. Selain swing voters, akan ada undecided voters yang masih mungkin tidak memilih. Swing voters yang memungkinkan untuk diperebutkan. Yang menarik lagi soal isu kemacetan, pengangguran, dan harga barang yang harus segera diselesaikan,” ujar Achyar.@yuanto

loading...

0 komentar:

Posting Komentar