SAGULUNG (BP) - Badan Sar Nasional (Basarnas) resmi mendapatkan tambahan dua armada baru. Dua kapal milik negara, masing-masing KN Sar Baladewa dan KN Sar Pandudewanata 40 meter yang sukes dikerjakan oleh PT Palindo Marine Batam.
Dua kapal yang dikerjakan sejak 10 bulan yang lalu itu, diluncurkan secara resmi oleh Kepala Basarnas Marsdya TNI Bambang Soelistyo di galangan kapal PT Palindo Marine di Seilekop, Sagulung, Kamis (13/10) pagi.
Dalam penjelasannya, Bambang Soelistyo mengatakan bahwa kedua armada baru tersebut akan ditempatkan di perairan Indonesia wilayah timur, tepatnya di periaran Sorong dan Ternate. Kedua armada baru ini menelan anggaran Rp100 miliar, dimana setiap unitnya Rp50 miliar.
Kedua kapal tersebut, lanjutnya, sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan alat utama Basarnas agar kinerja kerja Basarnas dalam menanggapi bencana dan ancamannya semakin maksimal.
"Pergerakan dan keberadaan alat tranportasi semakin padat, dan tentu peluang bencana bisa terjadi kapan saja. Kami diberikan tanggungjawab membantu dan mengatasi bencana tersebut perlu perlengkapan penunjang," ujarnya.
Lebih jauh dijelaskan, ditahun 2016 ini kata Bambang, Basarnas dipercaya pemerintah menambah tiga unit kapal serupa. Selain di PT Palindo Marine, satu unit kapal lainnya juga dibuat di Batam namun di perusahaan galangan kapal lain. "Satunya lagi dalam proses pengerjaan dan di Batam juga. Satu kapal yang masih dalam pengerjaan itu nantinya akan di tempatkan di sini (Kepri, red)," katanya.
Disampaikan Bambang, bahwa saat ini jumlah armada kapal Basarnas belum ideal. Dimana dengan luasnya jangkauan kerja yang diarungi, harusnya Basarnas memiliki sedikitnya 100 unit armada kapal, tapi pada kenyataannya baru tersedia 67 unit.
"Idealnya sekitar 100 unit tapi yang ada baru sekitar 67 unit," katanya. Jumlah kapal tersebut, lanjut Bambang, sudah ditempatkan di masing-masing kantor Basarnas wilayah se Indonesia, namun keberadaan kapal penunjung itu belum maksimal adanya.
Untuk mencapai angka ideal tersebut, kata Bambang, butuh waktu karena tidak bisa dilakukan secara serentak karena memang anggaran yang dikucurkan pemerintah juga terbatas. Pengadaan akan dilakukan secara berkala sesuai alokasi anggaran yang ada.
"Ada tiga langkah yang dilakukan oleh Basarnas meningkatkan alat utama kapal ini. Satu diantaranya dengan pengadaan seperti ini yang dilakukan secara bertahap dan dua lainnya adalah modernisasi kapal-kapal yang sudah ada serta penggantian kapal-kapal yang sudah tak efektif lagi," terangnya.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Palindo Marine Harmanto melalui direktur PT Palindo Marine Charles Wirawan menghaturkan terima kasih atas kepercayaan tersebut. Selama ini PT Palindo Marine memang sudah menjadi patner pemerintah dalam pengadaan kapal negara. Kepercayaan pemerintah itu kata Charles tidak terlepas dari mutu dan hasil kerja yang ditunjukan oleh PT Palindo Marine.
"Kualitas mutu, disiplin menjadi prinsip utama kami untuk memberikan memuaskan pemesan. Kedepannya kami berharap agar kepercayaan serupa terus berlanjut," kata Charles.
Untuk dua unit kapal Basarnas yang baru saja diluncurkan itu, Charles menjelaskan bahwa spesifikasi dan teknologi yang sematkan cukup modern. Kapal berbahan aluminium tersebut memiliki panjang panjang 40 meter, lebar 7,6 meter dengan kecepatan mencapai 30 knot. "Mesinnya ada tiga yakni mesin MAN dari Jerman," ujarnya.
Tidak itu saja, perlengkapan navigasi dan sistem komunikasi merupakan perlatan terbaru dan modern yang dilengkapi dengan proteksi bahaya kebakaran dalam kapal. "Kapal-kapal ini juga dilengkapi mesin bantu dan menampung 23 crew kapal di dalamnya," ujar Charles.
Turut hadir dalam acara peluncuran itu, Perwakilan Basarnas wilayah Sorong dan Ternate, Jajaran TNI AL di Kepri serta perwakilan dari Bank Mandiri selaku patner kerja PT Palindo Marine. (del)
Share
0 komentar:
Posting Komentar