Sabtu, 15 Oktober 2016

Awas! Survei bersentimen SARA di Jakarta usik Kebhinnekatunggalikaan

karyono-123Peneliti senior IPI, Karyono Wibowo saat menyerahkan piagam "The Right Man on The Right Place 2015", kategori Guard The Unity and Integrity of The Nation kepada Jenderal TNI Moeldoko (sekarang purnawirawan) saat masih menjabat Panglima TNI. Penyerahan anugerah Award dari Lensaindonesia.com ini berlangsung di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/5/2015).

LENSAINDONESIA.COM: Peneliti senior Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan survei terkait pemilihan kepala daerah yang menunjukkan pengaruh sentimen etnis dan agama terhadap calon tertentu telah mengusik nasionalismes, kebhinnekatunggalikaan, dan toleransi.

Karyono mengaku terkejut mencermati hasil telisik sebuah lembaga survei di Jakarta menyebut jumlah pemilih di wilayah Jakarta yang menolak calon gubernur yang beragama lain atau keturunan etnis tertentu mencapai 50 persen.

“Survei itu mengagetkan karena hasilnya cukup dramatis,” kata Karyono menjawab pertanyaan wartawan Antara, sebagaimana dilansir berbagai media, di Jakarta, Jumat (14/10/2016).

Kenapa mengagetkan dan dramatis, menurut Karyono, karena hasil survei itu bisa mengundang arti separuh dari total jumlah pemilih di Jakarta ternyata intoleran terhadap calon gubernur yang beragama lain.

Kalau temuan survei itu ternyata bisa dipertanggungjawabkan,
Karyono menerangkan, bisa dimaknai bahwa warga Jakarta masih menyimpan persoalan besar terkait rasa kebangsaan dan nilai-nilai kebhinnekatunggalikaan.

“Berarti nilai-nilai nasionalisme, toleransi dan kebhinnekatunggalikaan di Jakarta dalam keadaan bahaya,” ujarnya.

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 akan diikuti tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang
diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai
Nasdem.

Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.

Sebelumnya, lembaga-lembaga survei di Jakarta mengumumkan hasil telisik terkait tingkat keterpilihan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada serentak 2017.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebut tingkat keterpilihan
Ahok-Djarot adalah 31.4 persen, disusul Anies-Sandiaga 21,1
persen dan Agus-Sylvi 19,3 persen.

Beda jauh dengan hasil survei Populi Center. Lembaga ini mengumumkan survei tingkat keterpilihan Ahok-Djarot 45,5 persen, Anies-Sandiaga 35,5 persen dan Agus-Sylvi 15,8 persen.

LSI beda tipis dengan hasil survei PolMark Research Center.
Lembaga ini menerangkan tingkat keterpilihan dengan hasil Ahok-Djarot 31,9 persen, Anies-Sandiaga 23,2 persen dan Agus-Sylvi 16,7 persen. @Ant/yuan

loading...

0 komentar:

Posting Komentar