Senin, 24 Oktober 2016

5 Napi Ditahan di Ruang Isolasi

Niat Kabur, Siram Petugas Pakai Cabe

BATAM (HK) -- Sebanyak 5 orang narapidana Rutan Klas II A Batam, terpaksa dimasukkan keruangan trapsel (ruangan isolasi), setelah ditangkap petugas, saat mencoba melarikan diri, Minggu (23/10) sekitar pukul 16.00 WIB. Kelima tahanan yang merupakan kasus narkotika tersebut yang masing-masing Ibrahim, Rudi Heryanto, Amrizal Al Mufti dan Suprianto.
Parahnya lagi, kelima napi tersebut tersangkut kasus narkotika. Bahkan, kelima warga binaan itu, diantaranya 4 orang masih status tahanan Kejaksaan Negeri Batam, sedang 1 orang sudah divonis 10 tahun.

Kepala Rutan Batam, David Gultom membenarkan insiden tersebut. Kelima tahanan itu mencoba kabur dengan beralibi ingin mendapatkan fasilitas wartel yang didalam rutan untuk menghubungi keluarganya masing-masing.

Pada saat mereka mencoba kabur, salah satu diantara mereka langsung menyerang petugas dengan menyiram cabe giling hingga kena mata petugas. Sesaat itu juga petugas lengah dari penjagaannya hingga kelima napi itu berhasil melompat tembok didekat tempat ibadah, gereja.

Namun, sebelum mereka kabur, mereka terlebih dahulu sudah merencanakan karena sudah membuat persiapan seperti menyambung celana ke celana lain guna mebuat tali ingin melompat.

Kelima napi itupun sempat memanjat tembok setinggi 6 meter, akan tetapi niatnya gagal hingga mereka terjatuh, ingin tetap kabur sambil memanjat tembok tersebut langsung diketahui keberadaaan tahanan, saat itu salah satu kepala tahanan muncul hingga petugas nekat menembak peringatan keatas hingga napi terkaget sehingga terjatuh. Diketahui juga, 3 tahanan sudah terkapar ditanah.

Melihat kelima napi terkapar, petugas pun langsung mengotong ke klinik Rutan, dan dilangsungkan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam. Saat dirumah sakit, kelima napi itu hanya mengalami luka benturan dibagian kaki dan tanggannya, hingga saat itu dibawa kembali ke rutan Batam.

" Petugas itu sempat siram cabe giling kepetugas kita, makanya berhasil melompat tembok disamping gereja. Setelah napi itu ditangkap petugas, langsung dibawa ke klinik kita. Kemudian dibawa ke RSUD EF Batam. Disana mereka hanya diobati saja, karena mereka mengalami luka benturan dibagian tangan dan kaki. Kelima tahanan itupun langsung dimasukkan keruangan isolasi atau trapsel," kata David kepada Haluankepri, saat didatangi keruang kerjanya, Senin (24/10) pagi kemarin.

Masih kata David, insiden itupun langsung diberitahu kepada atasannya seperti ke kantor Wilayah dan kepada Divisi Pemasyarakatan pusat. Nantinya juga, kepada kelima tahanan ini, akan dikurangi seperti hak-hak mereka, seperti revisi lainnya.

Sebenarnya, kata David lagi, kelima napi itu kabur dari blok A, khusus ruangan kasus narkoba. Dan kelima tahanan itu yakni 4 orang masih status titipan dari Kejaksaan Negeri Batam dan satu orang lagi sudah divonis selama 10 tahun.

Ketika ditanya mengenai penjagaan saat insiden, paparnya David kembali, hanya 7 orang saja. Dan seharusnya ia memaparkan berjumlah 10 orang, mengingat jumlah napi sebanyak 781 orang. Yang standarnya terisi 285 orang.

" Memang, saat ini jumlah napi sudah over kapasitas, disamping itu juga jumlah penjagaan sangat minim, hingga untuk mengcover jumlah yang banyak ini jadi agak kesulitan," ujar dia lagi.***(ded)

Share

0 komentar:

Posting Komentar