Sabtu, 03 September 2016

Presiden Filipina Lolos dari Pembunuhan

MANILA (HK) – Rencana pembunuhan terhadap Presiden Filipina Rodrigo Duterte berhasil digagalkan oleh kepolisian setempat. Polisi berhasil menggagalkan rencana pembunuhan setelah memperoleh informasi dari Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS).
Ketika informasi itu dikembangkan, polisi berhasil menangkap dua penyelundup senjata api serta menyita 100 senapan M16 yang masih belum dirakit.

Sebagaimana dikutip dari Inquirer, Jumat (2/9) Kepala Polisi Nasional Filipina, Ronald dela Rosa pada konferensi pers mengatakan, bagian-bagian dari senapan api tersebut berasal dari AS dan berhasil disita pada 6 Agustus di Kota Bacolod. Dikabarkan, di kota itulah bagian-bagian senjata api tersebut akan dirakit dan digunakan untuk percobaan pembunuhan Duterte.

Bryan Ta-ala dan Wilford Palma yang menyelundupkan bagian-bagian senapan tersebut ikut diciduk polisi. Dela Rosa menuturkan, keduanya setuju untuk bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan upaya pembunuhan Presiden Filipina.

Dela Rosa mengatakan, Palma memberi tahu penyidik bahwa bagian-bagian dari senjata api itu dipesan oleh seorang klien yang hingga saat ini identitasnya belum diungkap polisi. Duterte selama ini dinilai keras dalam menangani penjahat. Bahkan sebelum pelantikannya pada 30 Juni lalu, 2.000 orang sudah terbunuh. Mayoritas korban terkait dengan narkoba.

Belum lama ini, Duterte menawarkan hadiah dua juta peso atau sekitar Rp 570 juta untuk siapa pun yang bisa memburu para anggota polisi negeri itu (PNP) yang melindungi perdagangan narkotika di Filipina.

"Saya menghargai kepala mereka dengan dua juta peso," kata Duterte dalam pidato di Libingan ng mga Bayani baru-baru ini. (oke/rol)

Share

0 komentar:

Posting Komentar