![]() |
| Nariyahan Nusantara di Ponpes Darul Hikmah |
Sei Alim Hasak, Ratusan
Santri dan alumni pesantren berkumpul di Pondok
Pesantren Darul Hikmah Asahan dalam kegiatan sholawat Nariyah bersama, yang
bertujuan untuk menanamkan semangat beragama dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, dengan misi mengembalikan
Seni Budaya Islam yang sudah merapuh dikalangan pemuda di Asahan akibat
masuknya Pemikiran dan Faham modernisasi yang berepek pada kurangnya etika
kalangan muda di Asahan, Acara tersebut diselenggarakan oleh Dewan Pengurus
Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kab. Asahan, dan dimotori oleh kalangan santri
dan alumni santri yang bermaksud kembali menghimpun kelompok agamis Asahan
untuk mengawal sikap, tingkah dan pemikiran pemuda Asahan kedepan.
Di
sela – sela setelah shalawatan Nariyah, Buya Fadillah Pendiri Pondok
Pesantren Darul Hikmah Menyatakan “Membaca
shalawat nariyah adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang Nahdlatul
Ulama dan Kalangan Santri yang betul – betul menelaah agama, di samping
amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat "thibbil qulub", ada
shalawat "tunjina", dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan
"hizib" dan "rawatib" yang tak terhitung banyaknya. Semua
itu mendorong semangat keagamaan dan cinta kepada Rasulullah SAW dan dakwah
islami dari segi seni”
“Dalam kitab Khozinatul
Asror dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat
Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah
karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau
ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk
membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang
dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”
“Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir
mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa
membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca
shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70
hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia... Dan hadits Rasulullah yang
mengatakan; Perbanyaklah
shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan.
Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror” ucap buya
Fadol disela – sela diskusi dengan tokoh dan alumni santri dari berbagai pondok
pesantren.
“sekarang etika,
sifat dan pemikiran manusia akibat dari kurangnya mencintai rosulullah,
sehingga banyak orang tidak takut dosa, bahkan cendrung sanggup menggunakan
intrik apapun untuk sebuah tujuan, maka kita bershalawat dengan tujuan untuk
menambah rasa cinta kita pada Rosulullah, cinta kita pada islam Nusantara, dan
kebersamaan kita dalam kehidupan sehari – hari” pungkas Ustad Amin Rais dari
Pondok Pesantren Bina Ulama Asahan setelah memimpin Acara Sholawatan.
“PKB hari ini berusaha mengembalikan semangat
religious dan semangat membangun negeri dengan berlandaskan pada kereligiusan, karena
dengan kerelegiusan tersebut mampu membendung sikap dan tingkah laku sesorang
dalam mengemban amanat dalam kehidupan sehari – hari, momentum shalawatan
nariyah ini PKB berusaha Untuk mendo’akan pemimpin hari ini, kedepan dan nanti
untuk lebih baik dalam menjalankan kepemimpinannya terkhusus Kabupaten Asahan,
semoga berkah dari shalawatan ini mampu menyembuhkan yang sakit dan
memenjarakan yang menyakiti perasaan rakyat, karena setiap orientasi
kepemimpinan adalah mensejahtrakan rakyat, memberikan perlindungan pada rakyat
serta duduk sama rata dengan rakyat. Rosulullah mampu mengendalikan ribuan
pasukan pada masanya karena kekonsistenan dan keidealisan yang ditularkannya ke
sekitarnya, ditambah interpensi Tuhan dalam menjalankan usaha kebaikan
tersebut” pungkas Mas’ad Mahdi selaku Ketua PKB Asahan.
![]() |
| Peserta Karateka Ikut Nariyahan |
Muhammad Irwan berkomentar selaku ketua GAGAK
RI Asahan “semoga dengan duduk bersama kyiai sepuh diasahan serta shalawatan
bersama mampu melahirkan pemuda – pemuda yang religious, terhindar dari
narkoba, kenakalan – kanakalan lainnya, karena hari ini banyak orang yang
meneriakkan anti narkoba, kekacauan, pragmatism dll. Nyatanya semua bertolak
belakang, saya Cuma mendoakan dengan shalawatan bersama ini kelak Allah,
menurunkan hidayah kesemua kalangan dan kembali kekhittoh dari rakyat untuk
rakyat, karena pemuda yang religious itu pasti akan menjadi lidah penyambung
aspirasi rakyat, dan saya yakin dengan salawatan mampu menenangkan yang kacau dan
pemikiran – pemikiran yang tak tentu arah sekarang ini” ucapnya.
“hidup itu simple Bos, kita dididik dari pondok
pesantren.. ya kembali kepondok pesantren, apa lagi kok udah cerita salawatan,
dakwah, nasehat – menasehati dan do’a mendo’akan, sebagai alumni dari pondok
saya wajib datang, bukan karena kepentingan politik, bukan karena mau caleg,
dll, Cuma karena ini budaya NU, saya kader GP ANSOR, NU itu ayahanda saya, jadi
setiap budaya NU saya harus berusaha untuk datang dan melestarikan budaya NU, terserah
mau bilang apa, sekali NU.. ya NU”. Pungkas Ahmad Sofwan Selaku wakil Ketua GP
ANSOR ASAHAN. saat ditanya hajad kedatangannya. (18 September 2016, Kisaran - Asahan /kareem)


0 komentar:
Posting Komentar