Selasa, 13 September 2016

Korban Bakar Diri dengan Partamax

Tewas di Tempat Sampah di Karimun

KARIMUN (HK)-Polisi menduga mayat pria yang ditemukan terbakar di tempat sampah depan Pujasera Padimas, Senin (12/9) pagi bukan dibunuh tapi bunuh diri dengan cara membakar tubuhnya. Pasalnya, sebelum terbakar korban membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax dan menentengnya ke tempat pembakaran sampah. Ini sesuai dengan hasil rekaman CCTv yang ada di sekitar Puja Sera Padimas.
"Ada dua indikasi dalam kasus ini. Pertama, korban bisa jadi sengaja membakar dirinya menggunakan pertamax. Kedua, korban mengalami musibah ikut terbakar ketika membakar sampah di sana. Namun, setelah melihat rekaman CCTv, diduga kalau korban memang sengaja membakar diri dengan pertamax," ungkap Kapolres Karimun AKBP Armaini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/9).

Kapolres mengatakan, dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi. Mereka diantaranya, sekuriti Padimas, saksi fakta (yang melihat aktivitas/kejadian), saksi yang turut hadir di lokasi kejadian serta seorang penjual pertamax, tempat korban membeli BBM yang diduga digunakan untuk membakar dirinya.

"Kami sudah memeriksa empat orang saksi dalam kasus ini, salah satunya adalah penjual pertamax. Korban sempat membeli pertamax 2 botol sebelum dia menuju pujasera Padimas itu. Dia beli pertamax sekitar pukul 07.30 WIB. Penjual itu sempat nanya, untuk apa pertamax itu, korban bilang ada untuk keperluan," ungkap Kapolres.

Kata Kapolres, sehari-harinya korban memang sendiri membersihkan sampah yang banyak berserakan di lokasi yang kemudian dibawa ke tempat sampah. Korban bukanlah bekerja di pujasera itu, namun ada seorang kerabatnya yang bekerja disana. Karena itu, dia sering kesana hanya untuk membersihkan sampah.

"Berdasarkan rekaman CCTv, sekitar pukul 08.04 WIB, korban membawa kantong plastik menuju arah sampah. Selang 2 menit kemudian, lewat seseorang pakai motor, dia melihat ada orang yang terbakar dan masih bergerak. Orang tersebut kemudian melaju ke arah minimarket dan memberitahu ke sekuriti. Warga akhirnya berusaha memadamkan api," jelasnya.

Meski belum ada keterangan tertulis dari rumah sakit terkait hasil autopsi korban, kata Kapolres, namun secara lisan pihak rumah sakit telah menyampaikan kalau luka bakar yang dialami korban di atas 90 persen. Selain itu, juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Menurutnya, berdasarkan riwayat kesehatan dari pihak keluarga, korban selama ini juga sedikit mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan, sekitar dua tahun lalu dia pernah dirawat di rumah sakit jiwa di Pekanbaru. Jadi, sampai saat ini tidak bisa disimpulkan ada keterlibatan pihak ketiga dalam kasus itu.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat pria ditemukan dalam kondisi terbakar ditumpukan sampah depan Pujasera Padimas, Kelurahan Seilakam Timur, Kecamatan Karimun, Senin (12/9) sekitar pukul 08.00 WIB. Mayat itu diketahui bernama Tjee Tjang berusia sekitar 46 tahun. Dugaan sementara, pria itu sengaja bunuh diri karena stres.

Bambang, salah seorang sekuriti Padimas merupakan orang pertama yang melihat mayat itu. Dia mengaku terkejut begitu melihat mayat itu penuh luka bakar tergeletak di tumpukan sampah. Di sekitar lokasi, ditemukan sepeda motor merk Vega R nomor polisi BP 4954 KH. Diduga, korban yang merupakan warga Jalan A Yani RT/RW 01/01 Kelurahan Tanjungbalai itu datang ke lokasi menggunakan sepeda motor itu.

Mengetahui ada mayat, Bambang lalu menghubungi aparat Polsek Balai Karimun. Selang beberapa menit kemudian polisi tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar