LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi X DPR RI membidangi pendidikan, Ridwan Hisjam mendorong lembaga pendidikan khususnya pendidikan vokasi untuk memprioritaskan pengembangan bersinergi dengan dunia industri.
Konsekuensinya, Ridwan Hisjam minta lembaga pendidikan vokasi harus menyelaraskan kualitas
ketrampilan kelulusan dengan yang dibutuhkan dunia kerja.
“Kualitas lulusan harus sesuai dengan kompetensi yang diperlukan konsumen
(dunia industri),” tegas Ridwan Hisjam saat menjadi saksi penandatanganan MoU antara Politeknik Kota Malang dan dunia Industri, hari ini (6/9/2016).
Untuk itu, politisi Golkar ini, menekankan, “Lembaga pendidikan vokasi harus ada link and match dengan industri.”
Kehadiran Ridwan di daerah pemilihan (Dapil)-nya di kota Malang, Jawa Timur ini, selain menjadi saksi dilaksanakannya MoU itu, sekaligus menghadiri dan memberikan support kegiatan Dies Natalis Politeknik Kota Malang pada Selasa itu di Kampus Politeknik Kota Malang.
Dengan ditandatanganinya MoU kerjasama itu, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sistem pendidikan bertema Inovative Teaching Industry. Peserta didik akan memperoleh porsi lebih banyak untuk meningkatkan hard skill. Program yang ditekankan, yaitu optimalisasi kegiatan praktik kerja industri dan pemanfaatan fasilitas laboratorium.
Kerjasama yang dijalin Poltekom dengan pihak-pihak terkait selain dengan industri juga dengan asosiasi profesi, dan pemerintah baik pusat maupun daerah. @licom
0 komentar:
Posting Komentar