LENSAINDONESIA.COM: Meskipun berkali – kali menyatakan penolakanya dalam Pilgub DKI, belakangan elektabilitas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus meningkat.
Hingga saat ini, Risma masih masuk radar PDIP untuk diusung jadi lawan petahana. Ditanya lagi soal kemungkinan jadi cagub DKI Jakarta, Risma bersikap lebih pasrah. Meski akan menolak, toh dia tak bisa mengalahkan takdir.
“Semua mari kita serahkan kepada Tuhan. Pada prinsipnya saya tidak akan punya ambisi atau niat itu. Kalaupun itu terjadi adalah kehendak tuhan dan takdir tidak bisa menolak,” kata Risma di kediaman, Jl Sedap Malam, Minggu (18/9/2016).
Bahkan, dirinya akan berusaha meyakinkan kepada Megawati selaku Ketua Umum DPP PDIP bahwa dirinya tidak punya niat dan berusaha menolak jika dicalonkan.
“Saya akan tetep sampaikan (menolak) sampai titik penghabisan. Dulu juga pernah waktu pencalonan menjadi menteri saya juga sampaikan. Tapi kalau kehendak Tuhan siapa ya tau. Karena yang saya tau tugas itu sangat berat karena bertanggung jawab kepada seluruh warga,” kata Risma.
Pernyataan Risma yang lebih bersikap pasrah memang mengundang tanya. Sejauh ini baru Djarot Saiful Hidayat yang disebut-sebut akan diusung jadi cawagub PDIP. Tapi belum jelas siapa cagub yang akan diusung.
Poltracking bahkan menyatakan jika popularitas Risma cukup tinggi meski belum pernah menyatakan running Pilgub Jakarta. Bahkan, hasil survei menyebut pasangan Risma-Sandiag Uno bisa mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Dalam hasil surveinya, Poltracking melansir Risma meraih kemenangan ditandemkan dengan Anies Baswedan melawan Ahok-Heru Budi Hartono.@wan
0 komentar:
Posting Komentar