Rampungnya Semenisasi dan Drainase di Enam RW di Sagulung
SAGULUNG (HK) - Masyarakat di enam Rukun Warga (RW), masing-masing RW 14, RW 15, RW 16 dan RW 18 di Kelurahan Sei Langkai dan RW 9 dan RW 10 di Kelurahan Sei Lekop Kecamatan Sagulung memberikan apresiasi dan terima kasih atas rampungnya semenisasi jalan warga di tempat mereka.
Apresiasi dan terima kasih tersebut ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Anggota DPRD Dapil Sagulung Jeffry Simanjuntak, karena dengan rampungnya semenisasi, pengaspalan dan pengerjaan drainase tersebut masyarakat terbebas dari jalan becek dan banjir.
"Terima kasih kami kepada Dinas PU dan pak Jeffry, karena kerjasama keduanya jalan kami tidak lagi becek," ujar Ketua RW 16 Seilangkai, Deddi Suryadi ke Haluan Kepri, kemarin.
Di RW 16 sendiri, lanjut Deddi Suryadi, panjang jalan yang mendapatkan pengaspalan 625 meter. Kondisi jalan yang dulu becek dan susah dilalui saat turun hujan, kini sudah bagus dan bisa dilalui dalam kondisi apapun.
"Secara total 625 meter, dan sekarang kami sudah terbebas dari becek," ungkapnya.
Enam RW tersebut mendapatkan semenisasi masing-masing sepanjang 170 meter, ditambah drainase parit 900m U 40 untuk RW 14, RW 15 dan RW 18, dan khusus RW 16 mendapatkan pengaspalan sepanjang 625 meter.
Khusus untuk RW 9 dan RW 10 Seilekop, selain mendapatkan semenisasi jalan sepanjang 170 meter, keduanya juga mendapatkan program drainase primer dan sekunder yang bersumber dari APBD murni 2016.
Untuk memastikan finalisasi proyek fisik di enam RW tersebut, Anggota DPRD Batam dari Dapil Sagulung, Jeffry Simanjuntak bersama dengan sejumlah pihak turun langsung ke lokasi pada Sabtu (24/9) pagi.
"Hari ini kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan proyek fisik ini berjalan semestinya. Dan alhamdulillah sama-sama kita lihat apa yang kita rencanakan bersama berjalan semestinya," ujar Jeffry didampingi sejumlah kader PKB Sagulung.
Semenisasi, pengaspalan dan pengerjaan drainase tersebut, lanjut Jeffry, merupakan usulan warga setempat yang disampaikan melalui Musrembang Kelurahan, ditindaklanjuti di Musrembang Kecamatan hingga di Musrembang tingkat Kota.
"Usulan ini lahir atas dasar kebutuhan masyarakat, kami di DPRD Batam sekedar mengawal dan memastikan agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat terakomodir di APBD Batam," terang Jeffry.
Namun demikian, kata Jeffry, tidak semua kebutuhan infrastruktur yang diusulkan masyarakat bisa langsung terealisasi, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan anggaran yang ada. Sehingga menurutnya, ada skala prioritas untuk daerah-daerah yang benar-benar kondisinya sangat mendesak. (ays)
Share
0 komentar:
Posting Komentar