Jumat, 30 September 2016

Danau Depan RSUD Tercemar

bupati rafiq tinjau danau depan rsudKARIMUN (HK)-Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karimun untuk mengecek kadar air di danau depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun. Pasalnya, air di danau bekas galian tambang timah darat itu terlihat hijau dan dipenuhi lumut. Diduga, air danau tercemar oleh banyaknya tanaman enceng gondok.

"Saya lihat air danau ini tak bersih, warnanya hijau dan penuh lumut. Lumut itu bisa jadi berasal dari tanaman enceng gondok yang banyak tumbuh di danau ini. Untuk itu, saya minta agar air di danau ini di cek ke labor," ungkap Bupati Aunur Rafiq kepada Kepala BLH Karimun Amjon, saat meninjau kawasan itu, kemarin.

Rafiq menyebut, selain banyaknya tanaman gulma jenis enceng gondok di danau tersebut, pihaknya juga mewaspadai pencemaran air yang bakal muncul dari pipa pembuangan dari RSUD Karimun. Karena, pipa pembuangan dari rumah sakit plat merah itu berada di sekitar kawasan danau dan taman di depan RSUD.

"Agar air yang ada di danau depan taman ini tetap terjaga dengan bersih, maka saya meminta agar pipa air pembuangan dari RSUD Karimun selalu di cek agar tidak bocor. Begitu juga dengan perilaku manusia lainnya, agar tidak sembarangan membuang sampah di dalam danau ini," tegasnya.

Amjon yang begitu mendapat perintah dari Bupati Karimun itu langsung meminta kepada stafnya untuk segera mengecek kadar air di danau itu ke laboratorium. Meski air di danau itu tidak untuk konsumsi. Namun, jika air itu kotor maka sangat tak bagus untuk dijadikan sebagai wahana wisata air. Karena, danau itu bagian dari taman wisata oleh Pemkab Karimun.

"Usai menerima instruksi dari Pak Bupati, maka kami akan segera mengecek kadar air di danau ini. Saya sudah perintahkan pegawai di BLH untuk mengambil sampel air ini dan dibawa ke laboratorium. Hasil laboratorium itu nantinya, baru bisa diketahui apakah air di danau ini sudah tercemar ataupun bukan," tuturnya.

Danau di depan RSUD Karimun sebelumnya dipenuhi tanaman enceng gondok. Tanaman itu telah menutupi hampir keseluruhan permukaan air danau. Namun, tanaman itu kemudian dibersihkan dan dibuang ke laut. Dampaknya, hampir di sepanjang bibir pantai di Karimun dipenuhi sampah jenis enceng gondok.

Seperti diberitakan sebelumnya, sepanjang bibir pantai Pulau Karimun pernah menjadi lautan sampah. Ratusan kubik sampah yang berasal rumah tangga dan tanaman enceng gondok dibuang di tempat tersebut. Hamparan sampah itu selain merusak pandangan mata juga telah mengganggu alur pelayaran.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun Akhmad Radiani mengatakan, sampah tersebut diduga berasal dari danau yang berada di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun dan dibuang ke laut.

"Memang benar, lautan Karimun sudah kotor. Sebelumnya mana pernah kita melihat ada enceng gondok di laut. Sekarang tanaman itu sudah memenuhi bibir pantai di Karimun. Tanaman enceng gondok itu diduga berasal dari danau depan RSUD. Kami sangat menyayangkan kenapa harus dibuang ke laut," ungkap Radiani, Minggu (18/9) siang.

Kata Radiani, pihaknya sudah mengerahkan sejumlah personil di KSOP Tanjungbalai Karimun untuk membersihkan enceng gondok itu pada Jumat (16/9) lalu. Hanya saja, karena keterbatasan personil maka tanaman liar yang merambat itu belum semuanya bisa diangkat. Beberapa diantaranya masih memenuhi bibir pantai Karimun.

"Kami sudah berusaha membersihkan tanaman enceng gondok itu. Saya kerahkan beberapa anggota untuk turun ke laut. Namun, karena personil kami masih terbatas, maka belum semuanya bisa kami angkat. Tanaman itu memang mulai mengganggu aktivitas pelayaran. Tapi yang paling parah, telah merusak pandangan mata," pungkasnya. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar