Sabtu, 24 September 2016

Daftar tokoh-tokoh populer yang gagal maju Pilkada DKI Jakarta

Adhyaksa Dault, Abraham Lunggana, Yusril Ihza Mahendra, Ahmad Dhani dan Rizal Ramli gagal maju Pilgub DKI Jakarta. Foto: Istimewa

LENSAINDONESIA.COM: Pendaftaran calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, resmi ditutup, Jumat (23/09/2016) malam kemarin.

Ada tiga pasang calon yang telah mendaftar ke KPU DKI Jakarta, mereka diantaranya, pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, Golkar, dan Nasdem. Kedua, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN. Dan ketiga adalag pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, yang diusung Koalisi Partai Gerindra dan PKS.

Di balik majunya tiga pasang calon tersebut, ada sejumlah nama yang gagal mewujudkan keinginannya untuk maju menjadi calon gubernur atau calon wakil gubernur pada Pilkada DKI 2017. Padahal sudah giat menyosialisasikan dirinya sejak jauh-jauh hari.

Para tokoh yang gagal maju dalam Pilkada DKI Jakarta karena tidak ada partai yang mengusung diantaranya, Adhyaksa Dault, Abraham Lunggana alias Haji Lulung, Hasnaeni Moein, Yusril Ihza Mahendra, Sjafrie Sjamsoeddin, Ahmad Dhani dan yang terakhir Rizal Ramli.

Nama pertama adalah Adhyaksa Dault, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga. Rencana Adhyaksa untuk maju pada Pilkada DKI sudah muncul sejak September 2015, tepatnya dalam acara bertajuk “Sinergi Tokoh, Sinergi Umat Mendaulat Adhyaksa Dault sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta 2017-2022”, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu (20/9/2015).

Saat itu, ia didaulat oleh sejumlah tokoh untuk bisa maju pada Pilkada DKI 2017. Adhyaksa menyatakan siap untuk menjalankan amanat tersebut.

Tokoh selanjutnya yang juga gagal maju pada Pilkada DKI 2017 adalah Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana. Untuk merealisasikan keinginannya, Haji Lulung sempat membentuk kelompok relawan yang diberi nama “Suka Haji Lulung”, sekitar Maret 2016. Namun PPP tidak berminat mengusung Lulung.

Selanjutnya, figur yang juga gagal maju pada Pilkada DKI 2017 adalah salah satu kader Partai Demokrat Hasnaeni Moein yang dikenal dengan nama “Wanita Emas”.

Kader Demokrat ini bahkan sempat membagi-bagikan stiker kampanyenya ke warga dan menjanjikan hadiah umrah kepada warga.

Sementara tokoh poluler juga gagal maju pada Pilkada DKI 2017 adalah pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra.

Yusril ‘ngebet’ maju pada Pilkada DKI muncul sejak awal 2016, tepatnya seusai kakaknya, Yuslih Ihza Mahendra, mampu mengalahkan Bupati Petahana Belitung Timur yang juga adik Ahok, Basuri Tjahaja Purnama, dalam Pilkada Belitung Timur 2015.

Usai kemenangan kakaknya di Belitung Timur, Yusril percaya diri bisa menjadi penantang Ahok. Ia pun sempat melakukan ‘blusukan’ ke kampung-kampung meniru Jokowi. Bahkan saking getolnya mencari simpati, Yusril juga sempat menjadi bahan lelucon para netizen karena fotonya berziarah ke makam dengan celana pendek beredar luas di media sosial.

Bakal calon kandidat lain yang sensasional namun gagal adalah musisi Ahmad Dhani. Pentolan band Dewa 19 yang ‘terbawa arus’ KMP ini kerap menyatakan niatnya maju sebagai calon Gubernur DKI. Tetapi sayang, partai yang didukungnya yaitu Gerindra lebih tertarik mengusung Sandiaga Uno.

Nama lain yang sempat masuk penjaringan Partai Gerindra adalah mantan Pangdam Jaya Sjafrie Sjamsoeddin. Namun gaung Sjafrie untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta meredup begitu saja.

Tokoh terakhir yang juga gagal maju adalah mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli.

Sejak direshuffle dari Kabinet Kerja Jokowi-Jk, Rizal terlihat optimis bakal menggulingkan kekuatan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Pria yang dikenal ‘ceplas-ceplos’ ini juga sempat menyatakan bahwa kepopuleran Ahok sedang menurun.

“Mohon maaf, Pak Ahok, Anda on the way down,” kata Rizal dalam diskusi di Radio Sindo Trijaya Network, dengan tema “Sinema Politik Pilkada DKI” di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/09/2016).

Rizal mengacu hal itu pada kebijakan Ahok yang dinilainya tidak pro kepada rakyat.

Namun seperti para calon yang gagal lainya, tidak ada satupun partai yang mau mengusungnya hingga KPUD DKI Jakarta menutup pendaftaran pasangan cagub-cawagup pada Jumat (23/09/2016) malam.@LI-13

loading...

0 komentar:

Posting Komentar