6 Orang Embarkasi Batam
JAKARTA (HK)-Jutaan jemaah haji dunia telah menuntaskan prosesi puncak haji, wukuf di Arafah, kemarin. Dari jutaan jemaah haji itu, 100 jemaah diantaranya asal Indonesia termasuk enam jemaah embarkasi Batam telah wafat di Saudi.
Data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, hingga kemarin pukul 07.00 waktu Arab Saudi mencatat, delapan orang jemaah haji asal Indonesi di antaranya, meninggal di Arafah pada 8 dan 9 Djulhijah atau 10 dan 11 September 2016.
"Kalau yang meninggal di Arafah ada delapan orang, tapi yang wafat pada hari Arafah (9 dzulhijjah) hanya lima, yang tiga wafat di pemondokan Arafah pada 8 dzulhijjah," demikian penjelasan Penghubung Kesehatan Ramon Andreas di Daker Mekkah, kemarin.
Kedelapan jemaah yang wafat di Arafah yakni: Sanipah binti Kawi Soleh (76), Sarah binti Marjuki Sere (84), Sukro bin Gimin Sali (71), Roemijatoen binti Mariso Kromorejo (69), Djumirah binti Karto Temon (82), Dimanto bin Sono Dikromo (72), Mani binti Mamak Isma (49), dan Moh. Choliq Atmowisastro bin Hanafi (71).
Ramon menilai jemaah haji Indonesia cukup disiplin untuk tetap berada di tenda saat menjalani proses wukuf. Hal ini antara lain ditandai dengan menurunnya layanan antar jemaah haji yang tersesat jalan untuk kembali ke tenda maktabnya.
"Kalau melihat kemarin, kelihatannya jemaah kita lebih disiplin. Di tenda penerangan tidak banyak orang kesasar. Selain itu, keberadaan petugas sektor adhoc cukup efektif menjaga jemaah agar tetap berada di tendanya," ujar Ramon.
Menurut Ramon, keberadaan water fan juga cukup membantu memberi kelembaban dan mendinginkan suhu ditenda. Per hari ini, suhu udara mencapai 42 derajat celcius, sementara riil feel nya mencapai 52 derajat. Adapun kelembaban hanya 22%, ujar Ramon.
Wafat
Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Hang Nadim Batam mencatat enam orang jamaah haji meninggal di Tanah Suci. "Sudah enam orang yang meninggal, berdasarkan data yang kami terima," kata Sekretaris PPIH Embarkasi Hang Nadim Batam Syahbudi di Batam, Kepri belum lama ini.
Enam orang yang meninggal itu adalah Boniatun Dulkahir Kartak Dulkahir (59) asal Kabupaten Merangin, Jambi yang tergabung dalam Kloter 17. Boniatun meninggal di RS Arab Saudi, 2 September 2016 akibat cardiovascular diseases.
Kemudian, Wahono Wilk Bin Walijo Waliyo Kartodimejo (65) asal Kota Pekanbaru, Riau yang tergabung dalam Kloter 2. Wahono meninggal di RS Arab Saudi, 25 Agustus 2016 akibat Malignant Neoplasm. Kemudian Mohammad Nasir Bin Abdul Hamid (63) asal Kabupaten Bengkalis, Riau yang tergabung dalam Kloter 10. Mohammad Nasir meninggal di pemondokan, 22 Agustus 2016 akibat cardiovascular diseases.
Selanjutnya Muhammad Tahir Abdul Razak (68) asal Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang tergabung dalam Kloter 11. Muhammad Tahir meninggal di RS Arab Saudi, 20 Agustus 2016 akibat cardiovascular diseases. Kemudian Sarjono Bin Muhammad Amin (60) asal Kabupaten Indragiri Hilir, Riau yang tergabung dalam Kloter 6. Sarjono meninggal di pemondokan, 15 Agustus 2016 akibat cardiovascular diseases. Kemudian Martina Sabri Hasan (47) asal Kabupaten Indragiri Hilir, Riau yang tergabung dalam Kloter 6. Martina meninggal di Balai Pengobatan Haji Indonesia, 14 Agustus 2016 akibat cardiovascular diseases.
Embarkasi Hang Nadim Batam pada tahun ini memberangkatkan 8.911 JCH dari empat provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. Pemberangkatan jamaah dibagi dalam 20 kelompok terbang yang mulai diberangkatkan pada Senin (9/8) dan direncanakan kembali ke Tanah Air mulai 18 September 2016.
Rumah Sakit
Seorang calon haji asal Provinsi Kepri yang tergabung dalam kelompok terbang pertama Embarkasi Hang Nadim Batam dirawat di Rumah Sakit An Nur, Mekkah, Arab Saudi sehingga tidak bisa mengikuti puncak ibadah haji.
"Calon haji atas nama Aminah Hadade Lambu asal Karimun, Kepri sedang dirawat di RS An Nur, sehingga harus dibadalhajikan," kata Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji Embarkasi Batam, Syahbudi di Batam, Minggu (11/9).
Dengan demikian, Aminah tidak dapat melaksanakan ibadah haji secara langsung sehingga harus diwakilkan (badal haji).
Sesuai dengan ketentuan, maka badal haji boleh dilakukan untuk orang sakit atau yang tidak mampu secara fisik. Sedangkan seorang calon haji Kloter 1 Embarkasi Batam lainnya, Sayuti Hamid Ibrahim terpaksa disafariwukufkan karena menderita sakit jantung stadium 2. Selain Aminah dan Sayuti, ia menyatakan kondisi Jamah Calon Haji asal Kepri lainnya relatif sehat.
"Posisi jamaah sudah di Arafah, tinggal menunggu waktunya saja," kata dia.
Syahbudi menceritakan tidak ada kendala berarti dalam perjalanan jamaah dari Mekah ke Arafah. "Pergerakan jamaah dari Mekah ke Arafah dilakukan tiga 'trip' yaitu dari pukul 7.00-12.00 WAS (waktu Arab Saudi), kemudian pukul 13.00-16.00 WAS dan pukul 16.00-24.00 WAS," katanya.
Embarkasi sudah menetapkan petugas yang akan memimpin saat ibadah di Arafah yaitu untuk Kloter 1, imamnya Baginda Malin Siregar, khatib Zulfahri dan bilal Syah Johan. Ketiganya merupakan perwakilan dari BPHI.
Sedangkan untuk Kloter 15, imam Abdullah, khatib Hamizar dan bilal M Ali. Pada musim haji tahun 2016, Embarkasi Hang Nadim Batam memberangkatkan lebih dari 8.000 calon haji asal Kepri, Riau, Kalimantan Barat dan Jambi. Calon haji asal kepri bergabung dalam dua kelompok terbang, yaitu Kloter 1 dan 15. (ant/kcm/net)
Share
0 komentar:
Posting Komentar