Selasa, 30 Agustus 2016

Pemeriksaan Penumpang Diperketat

virus zikaTerkait Virus Zika Muncul di Singapura

BATAM (HK)--Antisipasi virus zika yang saat ini muncul di Singapura, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memperketat pemeriksaan kesehatan punumpang, terutama dari Singapura dan Malaysia saat tiba di pelabuhan.

Kabag Humas Pemko Batam, Ardiwinata mengatakan hal itu kepada wartawan, kemarin.Kata Ardi, tindak pencegahan dianggap perlu dilakukan mengingat tingginya lalu lintas warga Batam, warga negara Singapura, dan Warga negara lainnya yang keluar-masuk Batam dari Singapura melalui lima pelabuhan internasinal.

Antisipasi yang dilakukan, antara lain, mengaktifkan kembali thermo scanner, menempatkan petugas kesehatan, dan melakukan sosialisasi melalui selebaran dan spanduk tentang bahaya virus zika. "Kami mengaktifkan thermo scanner. Jika terindikasi, suhu badannya tinggi, lalu akan direkomendasikan ke klinik di pelabuhan. Kalau dinilai akut, dirujuk ke rumah sakit terdekat," jelas Ardi.

Ia menegaskan hingga saat ini belum ada warga Batam yang terdeteksi terkena virus berbahaya itu. Sementara itu, Singapura mengkonfirmasi 41 kasus terkait dengan zika. Sebagian besar di antaranya adalah kalangan pekerja asing bidang konstruksi.

Kementerian Kesehatan dan Lembaga Lingkungan Nasional (NEA) menyatakan seluruh penderita dinyatakan pulih, sedang tujuh orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Zika merupakan virus yang disebarkan oleh sejumlah nyamuk, terlacak di Brasil pada tahun lalu dan sejak saat itu menyebar ke penjuru Amerika. Virus itu memberikan risiko terhadap para wanita hamil karena dapat menyebabkan kecacatan saat lahir.

Virus itu telah dikaitkan dengan lebih dari 1.600 kasus mikrosepalus, bayi lahir dengan ukuran kepala yang kecil, di Brasil.

Pihak berwenang Singapura mengatakan bahwa mereka menguji 124 orang, terutama para pekerja konstruksi asing di sejumlah lokasi. Lokasi itu diperintahkan untuk menghentikan pekerjaan dan asrama para pekerja diperiksa.

Sebanyak 78 orang teruji negatif dan lima orang lainnya masih ditangguhkan. Sebanyak 34 orang pasien telah berhasil pulih.

Warning

Tiga negara Australia, Korea Selatan dan Taiwan telah mengeluarkan peringatan "travel warning" bagi warganya khususnya wanita hamil dan mereka yang berencana untuk hamil agar tak melakukan perjalanan ke Singapura. Bahkan mereka yang baru kembali dari negara Singapura harus menghindari kehamilan selama dua bulan. Pasalnya wabah Zika telah merebak di negara tersebut. Terbaru per Selasa (30/8), tercatat jumlah warga terinfeksi virus Zika sudah meningkat menjadi 56 orang.

Malaysia dan Indonesia, tetangga terdekat Singapura, juga telah meningkatkan upaya untuk memproteksi masuknya wabah virus Zika di setiap perlintasan antarnegara. Hingga saat ini, Badan Pariwisata Singapura terus memantau perkembangan virus Zika dan memastikan bahwa wilayahnya aman bagi tujuan wisata.

Imbau

Kementerian Kesehatan mengimbau siapapun yang sedang menderita demam dan masuk ke wilayah teritorial Indonesia untuk melapor kepada petugas setempat. "Orang yang demam melapor kepada petugas kita, di bandara dan pelabuhan," ujar Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (30/8) siang.

Oleh petugas, warga yang menderita demam tersebut bakal dibawa ke ruang kesehatan untuk diambil sampel darah. Setelah itu, penderita demam tersebut akan diberi kartu kewaspadaan. Kartu itu sebagai penanda bahwa warga tersebut tengah dicek kondisi kesehatannya. Jika petugas kesehatan memastikan warga itu terjangkit virus Zika, maka ia akan didatangi dan dimasukkan ke fasilitas kesehatan.

Nila pun berpesan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada lagi tempat untuk nyamuk bersarang. Jangan sampai ada jentik nyamuk bersarang lama di lingkungan tempat tinggal. "Makanya saya pesan kita tentu tidak ingin ada wabah penyakit itu. Yang harus kita tingkatkan adalah kebersihan lingkungan, jangan sampai ada jentik nyamuk di lingkungan rumah," ujar Nila.

Dia mengatakan Virus Zika sudah masuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan menemukan virus tersebut menjangkiti seorang warga Suku Anak Dalam, Jambi. "Saya agak lupa beberapa waktu lalu, ketemu satu orang anggota Suku Anak Dalam di Jambi positif (terkena virus Zika)," ujarnya. (ant/kcm/dtc/net)

Share

0 komentar:

Posting Komentar