Kamis, 27 April 2017

Karimun Promosikan Investasi di Singapura

karimun promosi karimun di singapuraSINGAPURA (HK)-Pemerintah Kabupaten Karimun bersama Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Karimun mengundang sejumlah perusahaan Singapura maupun perusahaan asing yang membuka cabang di Singapura untuk berinvestasi ke Karimun dalam ajang Business and Investment Forum Regency of Karimun di Hotel Pan Pasific, Singapura, Kamis (27/4).

" Kami menjamin, mengusahakan dan menyediakan kemudahan proses administrasi dan perizinan bagi perusahaan dari Singapura yang berencana menanamkan modalnya. Kami juga sudah menyediakan pelayanan perizinan terpadu satu pintu dengan sertifikat ISO-9001 tahun 2008," ungkap Sekretaris Daerah Karimun Muhammad Firmansyah kepada puluhan pengusaha yang hadir dalam kegiatan itu.

Muhammad Firmansyah mengatakan, Kabupaten Karimun merupakan salah satu kawasan strategis di Indonesia, dan berdasarkan Peraturan Pemerintah No 48 tahun 2007, telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ), khususnya pada sebagian wilayah Pulau Karimun Besar dan Pulau Karimun Anak dengan luas sekitar 9.666 hektare.

Kata Sekda, wilayah Karimun berada diantara dua negara tetangga, Malaysia dan Singapura serta terletak di tengah-tengah perairan Selat Malaka, jalur perdagangan tersibuk di dunia, lalu lintas perdagangan global terutama jalur pelayaran kapal-kapal dari Asia Pasifik.

Dijelaskan, sejak ditetapkan sebagai kawasan FTZ, Kabupaten Karimun yang memiliki 249 pulau dengan total luas daratan 7.894 kilometer persegi sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan memberikan berbagai insentif dan kemudahan perizinan bagi investor.

Menurut dia, ketika pada awal FTZ berdiri pada 2009, jumlah perusahaan yang berinvestasi di karimun hanya 9 dengan nilai investasi Rp882 miliar, maka saat ini sudah tumbuh menjadi 164 perusahaan dengan investasi mencapai Rp22,6 triliun. Perkembangan itu tentu saja menunjukkan kalau Karimun menjadi salah satu tujuan investasi di Indonesia.    

Firmansyah memaparkan, kondisi perekonomian Karimun juga cukup positif dengan pertumbuhan ekonomi 6,87 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional, dan terpadat

"Beberapa investor kunci dengan nilai investasi cukup tinggi, yaitu PT Saipem Indonesia Karimun Branch asal Italia, yang bergerak di bidang fabrikasi dan konstruksi migas, PT Oiltanking bidang penampungan minyak yang berasal dari Hamburg, Jerman, PT Karimun Sembawang Shipyard (KSS) bidang galangan kapal asal Singapura, PT Multi Ocean Shipyard (MOS), dan PT Karimun Marine Shipyard (KMS)," jelasnya.

"Kami berterima kasih kepada Oiltanking dan KSS, dan dalam kesempatan ini akan berbagi mengenai keberhasilan atau sukses stori selama beroperasi di Karimun, dan diharapkan menjadi langkah bagi investor dari Singapura yang berminat menanamkan modalnya di Karimun," ungkap Sekda.

Kepala BP Kawasan Karimun Cendra Nawazir menambahkan, ada beberapa lokasi yang menjadi tujuan investasi di Karimun diantaranya sektor industri dan manufaktur seperti Sememal Industrial Park, Pangke Industrial Park, Parit Benut Industrial Park, Payalabu Industrial Park, Teluk Mesodo Development Poject serta investasi jasa seperti Pongkar Resort, Pelawan Resort, Karimun Golf Club dan wisata gunung jantan.

"Sedangkan di luar FTZ, investasi yang cukup potensial untuk dikembangkan, dan telah diusulkan ke pusat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, yaitu Pulau Asam, Pulau Mudu, Pulau Tambelas, Pulau Parit, Pulau Tulang, Pulau Lumut, Pulau Papan, Pulau Durian Kecil serta Selat Beliah di Pulau kundur, yang potensial jadi pusat industri, perdagangan, jasa dan pariwisata," kata Cendra.

Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya dalam kesempatan itu menjelaskan, ada tiga keunggulan yang dimiliki Karimun sebagai lahan investasi yakni galangan kapal (shipyard), industri untuk mendukung perminyakan baik itu oiltakning maupun platform pengeboran minyak serta pariwisata.

"Saya melihat Karimun sudah siap dengan lahannya dan banyak cerita-cerita yang sukses yang menunjukkan bahwa dukungan penuh dari pemerintah dan Badan Pengusahaan Kawasan Karimun, yang kedua sumber daya manusianya juga tidak kurang. Di Karimun sendiri ada, kalau tidak di Batam dan Bintan juga ada," ungkap Dubes.

Kata Dubes, kegiatan Business and Investment Forum Regency of Karimun tersebut dihadiri sekitar 70 peserta yang mewakili masing-masing perusahaan, baik yang ada di Singapura maupun perusahaan di negara lain seperti Amerika, China, Hongkong, Korea, Jerman, Eropa dan negara lainnya.

Terus Membaik

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan perekonomian Indonesia pada 2017 diperkirakan akan terus membaik seiring perkembangan positif di tingkat global dan domestik. Dari sisi global, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan lebih baik dibandingkan 2016.

" Selama lima tahun terakhir, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang dicanangkan di awal tahun selalu terjadi koreksi menurun. Pada 2017 ini, untuk pertama kalinya, terjadi koreksi meningkat," kata Agus di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Kamis (27/4).

Menurut Agus, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2017 meningkat, yakni dari 3,4 persen menjadi 3,5 persen. "Dibanding 2016 yang 3,1 persen, kalau bisa naik ke 3,5 persen, tentu memberikan harapan. Ini dapat mendorong naik harga komoditas, baik
energi maupun non energi," ujarnya.

Dari sisi domestik, Agus menuturkan, perbaikan ekonomi ditopang oleh mulai berkurangnya proses kondolisasi korporasi. "Sejalan dengan membaiknya optimisme korporasi, perbankan diperkirakan mulai meningkatkan pemberian kredit seiring
menurunnya risiko kredit," katanya.

Dalam jangka menengah, Agus menilai, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut disertai inflasi yang turun. Hal itu,  didukung oleh berbagai dampak positif dari langkah-langkah reformasi struktural yang ditempuh pemerintah.

Reformasi struktural, menurut Agus, dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perekonomian. Peningkatan itu merupakan dampak dari perbaikan konektivitas antar wilayah yang memperkuat struktur produksi dan distribusi serta menurunkan
biaya produksi.

Hal tersebut, Agus menambahkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa memberikan tekanan berlebihan pada inflasi dan defisit transaksi berjalan. "Tapi, prospek ekonomi tersebut perlu dikelola karena terdapat beberapa risiko yang mengemuka baik dari global maupun domestik."

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2017 bisa berada pada kisaran lima persen, karena didukung oleh membaiknya kinerja konsumsi, ekspor dan investasi.

"Pertumbuhan saya anggap lebih baik, antara 5 persen-5,1 persen," kata Darmin beberapa waktu lalu.

Darmin menjelaskan, kinerja konsumsi dibantu oleh membaiknya harga komoditas global, sehingga akan menggerakkan roda perekonomian di wilayah-wilayah yang sebelumnya dilanda kelesuan seperti Sumatera dan Kalimantan.

"Harga komoditas sudah membaik, bukan hanya CPO tapi juga karet. Itu akan mempengaruhi penghasilan dan konsumsi, terutama Sumatera dan Kalimantan," ujarnya.

Darmin mengatakan harga komoditas tersebut ikut mempengaruhi kinerja ekspor yang membaik, sehingga neraca perdagangan pada triwulan I-2017 sempat tercatat surplus sebesar 3,9 miliar dolar AS atau naik 137,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, Darmin optimistis kinerja pertumbuhan ekonomi ikut disumbangkan oleh realisasi nilai investasi yang diproyeksikan mulai meningkat sejak awal tahun 2017. "Meski belum tahu investasi seperti apa datanya, tapi pasti tidak turun. Naiknya seberapa besar, saya tidak bisa bilang. Tapi kalau tiga faktor sudah baik, pertumbuhan pasti baik," kata Darmin, yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia. (tmp/ant/ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar