KARIMUN (HK)-Seminggu setelah terbentuk, Forum Peduli Bencana Gempa Bumi Pidie Jaya Aceh, Kabupaten Karimun 2016 sudah berhasil menggalang dana untuk korban gempa Aceh sebesar Rp223 juta lebih. Dana paling besar bersumber dari para pelajar Se- Karimun yang dikumpulkan oleh Dinas Pendidikan.
Jika sebelumnya, Dinas Pendidikan telah berhasil menyetorkan dana sebesar Rp92,5 juta yang berasal dari siswa di Pulau Karimun, Buru, Moro dan Durai. Maka, kemarin Dinas Pendidikan kembali menyetorkan dana siswa dari Pulau Kundur sebesar Rp20 juta lebih. Artinya, Dinas Pendidikan telah berhasil menyumbang Rp112 juta lebih.
Koordinator Forum Peduli Bencana Gempa Bumi Pidie Jaya Aceh, Kabupaten Karimun 2016, Aprilzal saat ditemui di rumah dinas Bupati Karimun mengatakan, masing-masing sekolah mengumpulkan dana dari seluruh peserta didiknya sebelum memasuki masa liburan sekolah. Kemudian, pihak sekolah menyetorkan dana tersebut kepada Dinas Pendidikan.
"Dengan banyaknya terkumpul dana dari para siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Karimun, mulai dari SD hingga SMA, membuktikan kalau kepedulian anak-anak tersebut terhadap musibah gempa yang melanda Aceh sangat tinggi. Kami sangat mengapresiasi tingginya rasa solidaritas dan kepedulian anak-anak itu," ungkap Aprilzal.
Kata Aprilzal, penggalangan dana bagi korban gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya masih akan berlangsung seminggu lagi, atau penggalangan dana itu dilakukan selama 14 hari setelah dibentuk. Dirinya berharap, dana bisa terkumpul sekitar Rp500 juta pada akhir penutupan penggalangan dana.
Menurut dia, selain pengumpulan dana dalam bentuk uang tunai. Para relawan juga mengumpulkan pakaian yang layak pakai. Saat ini, sudah terkumpul pakaian mulai dari baju, celana, kain dan mukena ke posko utama sebanyak 70 karung. Sebelumnya, hanya ada 5 karung, tadi langsung masuk sebanyak 65 karung pakaian," tuturnya.
Kata Aprilzal, pihaknya saat ini masih menunggu aliran dana dari seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Karimun, baik itu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perbankan, perusahaan granit bahkan instansi-instansi pemerintahan, seperti pemerintah daerah dan vertikal.
"Kami masih menunggu dana dari perusahaan-perusahaan yang ada di Karimun, termasuk juga dari Pemda. Kalau dana belum terkumpul juga, maka kami akan menyurati Sekda Karimun untuk meminta bantuan agar bisa menginstruksikan kepada seluruh aparatur sipil negara untuk secepatnya menjalankan penggalangan dana," tutur Aprilzal.
Menurut dia, sebelum terbentuknya Forum Peduli Bencana Gempa Bumi Pidie Jaya Aceh, Kabupaten Karimun 2016 di rumah dinas Bupati Karimun, sebenarnya sejumlah elemen sudah menggalang dana diantaranya berasal dari Komunitas Gunung Jantan terkumpul dana Rp17.543.000, kemudian Komunitas Motor Karimun (KMK) sebesar Rp6.630.000 dan Hima Karimun sebesar Rp3.100.000.
Penggalangan dana bagi korban bencana gempa bumi di Aceh secara resmi dimulai, pada Rabu (14/12) lalu. Posko utama penggalangan dana dipusatkan di Rumah Dinas Bupati Karimun. Bupati Karimun Aunur Rafiq, menunjuk wakilnya Anwar Hasyim sebagai Ketua Umum Forum Peduli Bencana Gempa Bumi Pidie Jaya Aceh, Karimun 2016, sementara Ketua harian dijabat Ketua LAM Karimun, Abu Samah. (ham)
Share
0 komentar:
Posting Komentar